• Jumat, 23 Oktober 2026

Groundbreaking Pipa Gas WNTS–Pulau Pemping Resmi Dimulai, Gas Natuna Segera Kembali untuk Energi Nasional

Photo Author
Redaksi Mahatva, Mahatva.id
- Rabu, 11 Februari 2026 | 15:02 WIB
Groundbreaking Pipa Gas WNTS–Pulau Pemping Resmi Dimulai, Gas Natuna Segera Kembali untuk Energi Nasional
Groundbreaking Pipa Gas WNTS–Pulau Pemping Resmi Dimulai, Gas Natuna Segera Kembali untuk Energi Nasional

Batam, MAHATVA.ID – PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) resmi melaksanakan groundbreaking pembangunan pipa gas bumi West Natuna Transportation System (WNTS)–Pulau Pemping, sebagai langkah strategis memperkuat pasokan energi nasional dan mengoptimalkan pemanfaatan gas bumi untuk kebutuhan dalam negeri.

Pembangunan pipa gas ini merupakan tindak lanjut penugasan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, sekaligus implementasi Pasal 33 UUD 1945 dan Pasal 8 ayat (1) Undang-Undang Migas yang menegaskan bahwa gas bumi diprioritaskan untuk kepentingan domestik.

Groundbreaking dilakukan oleh Wali Kota Batam Amsakar Achmat, bersama Kepala SKK Migas Djoko Siswanto, Direktur Utama PLN Energi Primer Indonesia Rakhmad Dewanto, Sekretaris Ditjen Migas M. Rizwi, serta Direktur Manajemen Pembangkitan PLN Rizal Calvary Marimbo. Turut hadir jajaran SKK Migas, PLN Group, Kejaksaan Negeri Batam, DPRD, TNI-Polri, tokoh adat, serta masyarakat setempat.

Proyek Strategis Nasional, Investasi Rp1 Triliun

Dalam kurun waktu kurang dari satu tahun, seluruh tahapan penting mulai dari AMDAL, Tie In Agreement, asuransi, hingga perizinan berhasil diselesaikan. Pipa gas WNTS–Pulau Pemping menjadi proyek strategis yang menghubungkan potensi gas Laut Natuna dengan kebutuhan energi domestik, khususnya pembangkitan listrik dan industri.

Kepala SKK Migas Djoko Siswanto menegaskan bahwa proyek ini menjadi tonggak penting dalam penguatan ketahanan energi nasional.

“Pembangunan pipa gas WNTS–Pulau Pemping merupakan bagian dari upaya optimalisasi pemanfaatan gas bumi domestik. Proyek ini mendukung ketahanan energi nasional, meningkatkan nilai tambah gas bumi, serta memperkuat sinergi sektor hulu migas dan ketenagalistrikan,” ujar Djoko Siswanto, Selasa (10/2/2026).

Djoko menyebutkan, proyek pipa gas ini menyerap investasi sekitar Rp1 triliun, dikerjakan 100 persen oleh tenaga kerja dalam negeri, serta membuka ratusan lapangan kerja yang berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi nasional.

Gas Natuna “Pulang Kampung”

Pipa gas WNTS–Pulau Pemping memiliki kapasitas penyaluran hingga ±300 MMSCFD. Infrastruktur ini akan mengalirkan gas dari Lapangan Duyung (KKKS Conrad Petroleum) sekitar 111 MMSCFD, serta DMO gas 40 MMSCFD dari Medco Natuna, termasuk potensi gas dari konsorsium KKKS lainnya di Laut Natuna.

Progres proyek saat ini telah mencapai 27,62 persen dan ditargetkan rampung dalam empat bulan ke depan. Untuk pertama kalinya dalam sejarah, gas dari Laut Natuna yang selama puluhan tahun diekspor ke Singapura akan dimanfaatkan kembali untuk kebutuhan energi nasional.

Perkuat Listrik Batam dan Transisi Energi

Direktur Utama PLN Energi Primer Indonesia Rakhmad Dewanto menyampaikan bahwa pembangunan pipa gas ini akan meningkatkan keandalan pasokan energi bagi pembangkit listrik di Batam serta menekan biaya energi jangka panjang.

“Pemanfaatan gas bumi melalui infrastruktur yang andal akan memperkuat sistem kelistrikan dan mendukung transisi menuju energi yang lebih bersih dan efisien,” ujarnya.

Sementara itu, Wali Kota Batam Amsakar Achmat menilai proyek ini sejalan dengan arahan Presiden RI Prabowo Subianto untuk mewujudkan ketahanan energi dan mendorong pertumbuhan ekonomi Batam hingga 9,5–10 persen.

Direktur Gas dan BBM PLN EPI Erma Melina Sarahwati menambahkan, proyek WNTS–Pulau Pemping akan memberikan efisiensi signifikan dibandingkan penggunaan BBM dan LNG, sekaligus menciptakan multiplier effect bagi perekonomian Batam dan Kepulauan Riau.

Pembangunan pipa gas bumi WNTS–Pulau Pemping diharapkan memperkuat ketahanan energi Batam, Kepulauan Riau, Sumatera hingga Jawa, serta mendukung visi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dalam mewujudkan kemandirian dan kedaulatan energi nasional, khususnya di sektor gas bumi.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Redaksi Mahatva

Terkini

X