• Jumat, 9 Oktober 2026

Curug Bogor Rasa Timur Tengah, Isinya Orang Arab Semua.

Photo Author
Redaksi Mahatva, Mahatva.id
- Sabtu, 5 Agustus 2023 | 11:26 WIB
Curug Bogor Rasa Timur Tengah, Isinya Orang Arab Semua.
Curug Bogor Rasa Timur Tengah, Isinya Orang Arab Semua.

Mahatvamediaindonesia.id BOGOR – Bogor mempunyai banyak curug yang bisa dijelajahi. Ada satu curug yang dekat dari Jakarta dan tapi yang paling banyak datang ke sini justru orang Arab.
Adalah Curug Cilember, air terjun itu berada di Desa Jogjoan, Kecamatan Cisarua, Bogor. Dari Jakarta, traveler bisa naik kendaraan pribadi melalui jalan tol hingga keluar di Simpang Gadog.

-

Semakin mendekati air terjun, jalan akan semakin curam dan menyempit, namun masih bisa dilewati oleh dua mobil kecil.

Mulai pintu parkiran saja, ‘pemandangannya’ agak beda. Kalau biasanya curug dikunjungi oleh wisatawan lokal, Curug Cilember dipenuhi turis Arab.

-

Perempuan Arab kebanyakan datang dengan baju kurung hitam dan cadar, sedangkan prianya memakai kaos dan celana pendek. Ada yang datang bersama keluarga, ada pula kelompok pemuda.

Dikenal sebagai Curug 7 Cilember, air terjun di tempat ini memang ada sebanyak 7 buah. Curug pertama yang berada di dekat pintu masuk adalah air terjun nomor 7.

Yang paling ramai tentu saja Curug nomor 7. Telaganya besar dan dangkal. Turis bisa berdiri di pinggir kolam jika hanya ingin berfoto saja. Bahkan ada persewaan tikar untuk mereka yang mau piknik di pinggir air terjun.

Saat berkunjung ke sana, kebanyakan yang duduk di tikar adalah ibu-ibu Arab. Sementara, prianya berenang di kolam air terjun atau treking ke air terjun lain.

Ya, untuk bisa mencapai air terjun lainnya pengunjung harus trekking. Semakin kecil nomor air terjunnya, treknya pun makin sulit dan curam.

 

-

Sepertinya kedatangan turis Arab ke sini sudah jadi hal yang biasa. Ini terlihat dari papan petunjuk yang menggunakan huruf Arab. Pun pemandu lokalnya, fasih berbahasa Arab.

Turis Arab kebanyakan hanya trekking dan piknik di sekitar kolam. Dari pantauan, mereka jarang nyebur seperti wisatawan lokal. Kalau memang tidak trekking, mereka hanya berendam kaki saja sambil membasuh muka dan lengan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Redaksi Mahatva

Terkini

X