Pemerintah Desa Sukaharja juga mendukung rencana menggelar seminar pembinaan remaja sebagai langkah preventif. Koordinasi lintas lembaga diharapkan mampu menciptakan kesadaran akan bahaya tawuran, serta membina pelajar agar memiliki masa depan yang lebih cerah.
"Ini pelajaran besar bagi kita semua, terutama para orang tua. Mari bekali anak-anak kita dengan pendidikan akhlak, pengawasan, dan kasih sayang agar mereka terhindar dari jebakan moral yang dapat merusak masa depan mereka," pungkas Ust. Yogi Ginanjar.
Kasus ini menjadi peringatan penting bagi masyarakat. Tawuran bukan hanya merugikan para pelaku, tetapi juga menciptakan keresahan di lingkungan. Semoga melalui pembinaan yang berkelanjutan, generasi muda Indonesia dapat tumbuh menjadi pribadi yang lebih baik dan jauh dari tindak kekerasan.