• Jumat, 16 Oktober 2026

Kronologi Tawuran Antar Sekolah: Enam Remaja Diamankan, Bukti Mengejutkan Terungkap!

Photo Author
Redaksi Mahatva, Mahatva.id
- Senin, 20 Januari 2025 | 06:33 WIB
Kronologi Tawuran Antar Sekolah: Enam Remaja Diamankan, Bukti Mengejutkan Terungkap!
Kronologi Tawuran Antar Sekolah: Enam Remaja Diamankan, Bukti Mengejutkan Terungkap!

MAHATVA.ID – Tawuran antar pelajar kembali terjadi dan membuat warga resah. Pada pukul 17.00 WIB, enam remaja yang diduga terlibat tawuran berhasil melarikan diri ke rumah salah satu warga, Pak Nandang Koswara, di Kampung Cilengkong RW 03, Desa Sukaharja, Kecamatan Cijeruk. Minggu, (19/01/2025)

Menurut keterangan saksi, keenam remaja tersebut masih berstatus pelajar tingkat SMP dan SMK. Kehadiran mereka yang panik dan ketakutan membuat penghuni rumah merasa resah. Untuk menghindari situasi yang lebih buruk, keenam remaja itu kemudian diamankan di Pondok Pesantren Al-Jauhary di bawah pimpinan Ust. Yogi Ginanjar.  

Saat dimintai keterangan, para remaja mengaku awalnya hanya ingin nongkrong dan minum kopi di kawasan Jalan BNR Pasar Malam. Namun, kecurigaan warga semakin menguat setelah mendapati bukti dari salah satu orang tua mereka. Salah satu orang tua menjelaskan bahwa tawuran antar sekolah ini telah berlangsung selama beberapa bulan terakhir. Bahkan, terdapat bukti dari percakapan di media sosial yang mengindikasikan perencanaan aksi tawuran tersebut.  

"Mereka sudah merencanakan jadwal tawuran melalui grup di media sosial. Bahkan, mereka mengumpulkan dana melalui praktik ilegal seperti judi online untuk operasional aksi mereka," ujar salah satu orang tua remaja tersebut dengan geram.  

Untuk menghindari tindakan anarkis, pihak pondok pesantren menghubungi Satgas Pengamanan Anti Tawuran, pemerintah Desa Sukaharja, dan aparat dari Polsek Cijeruk. Para orang tua remaja turut dipanggil untuk mediasi. Hingga pukul 22.00 WIB, mediasi berlangsung di Pondok Pesantren Al-Jauhary, disaksikan oleh aparat desa, tokoh agama, dan masyarakat setempat.  

Dalam mediasi, dibuat surat perjanjian tertulis yang menyatakan bahwa jika tawuran kembali terjadi, keenam remaja tersebut akan diproses secara hukum.  

Ust. Yogi Ginanjar menyerukan kepada masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, dan aparat untuk meningkatkan keamanan wilayah. "Pendidikan moral dan agama harus ditekankan agar remaja kita tidak terjerumus dalam aksi tawuran yang hanya merugikan masa depan mereka," tegasnya.  

  

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Redaksi Mahatva

Terkini

X