"Peran pendamping desa dan tokoh masyarakat sangat penting dalam menggali ide-ide baru. Potensi unggulan harus dikembangkan berdasarkan kebutuhan nyata," tambahnya.
Infrastruktur dan Ketahanan Pangan Desa
Lebih lanjut, Nugroho mengungkapkan bahwa Kemendes PDTT bersama Menteri Desa terus berkeliling ke berbagai daerah guna mencari dukungan dari kementerian lain. Beberapa proyek yang telah mendapat persetujuan, seperti jalan poros desa dan jembatan gantung, diharapkan dapat masuk dalam Instruksi Presiden (Inpres).
Terkait ketahanan pangan, ia menekankan bahwa minimal 20 persen dari ketahanan pangan nasional harus berasal dari desa. Jika produksi pangan desa menghadapi kendala, maka BUMDes bisa menjadi solusi alternatif dalam memenuhi kebutuhan pangan masyarakat setempat.
"Jika produksi gagal akibat cuaca atau air, maka BUMDes bisa berperan sebagai importir beras dari daerah lain untuk mencukupi kebutuhan pangan desa. Ini juga bisa menjadi peluang usaha baru bagi masyarakat desa," tuturnya.
Nugroho menegaskan bahwa BUMDes harus dikelola dengan baik, termasuk dalam hal penyediaan gudang penyimpanan dan transportasi untuk mendukung distribusi pangan di tingkat desa.
Kesimpulan
Dengan peresmian Alun-Alun Cibitung Wetan, Kemendes PDTT berharap desa ini dapat mengoptimalkan potensi yang dimilikinya, baik dalam sektor pertanian, peternakan, maupun perikanan. Pemerintah juga berkomitmen untuk meningkatkan ketahanan pangan desa melalui pemanfaatan Dana Desa, BUMDes, serta infrastruktur pendukung lainnya.
Jika seluruh program ini berjalan sesuai rencana, maka Cibitung Wetan bisa menjadi contoh sukses dalam pembangunan desa berbasis potensi lokal dan berkontribusi terhadap swasembada pangan nasional.