"Dengan adanya KRL di Desa Tlajung Udik, harapannya ke depan desa ini semakin menjadi desa yang ramah lingkungan dan menjadi contoh bagi wilayah lainnya," ujar Yusuf.
Gunung Putri Miliki 59 Kampung Ramah Lingkungan
Sementara itu, Camat Gunung Putri, Kurnia Indra, mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada para penggiat KRL dan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bogor yang telah membina kampung-kampung ramah lingkungan.
"Untuk di Kecamatan Gunung Putri sendiri, saat ini sudah ada 59 Kampung Ramah Lingkungan, yang berarti sekitar 20% wilayah sudah memiliki KRL. Ini adalah langkah positif dalam menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat," ungkapnya.
Namun, Kurnia juga mengakui bahwa masih banyak sampah yang berserakan di beberapa titik Kecamatan Gunung Putri, sehingga perlu upaya lebih lanjut dalam mewujudkan kawasan bebas sampah.
"Mudah-mudahan ke depan, kita bisa bersama-sama membenahi masalah sampah ini dengan dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Bogor," harapnya.
Dukungan Pemerintah Kabupaten Bogor dalam Pengelolaan Sampah
Dalam pidatonya, Pj Bupati Bogor Bachril Bakri menyampaikan bahwa ia telah lama ingin mengunjungi KRL di Kecamatan Gunung Putri karena melihat konsepnya yang unik dan inovatif.
Ia juga menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Bogor berkomitmen untuk meminimalisir sampah di Bumi Tegar Beriman dengan mendorong konsep ekonomi sirkular, di mana sampah dapat diolah menjadi barang yang bernilai guna.
"Salah satu contoh nyata adalah yang dilakukan KRL Desa Tlajung Udik, di mana sampah plastik dapat diubah menjadi pakaian dan produk kreatif lainnya yang memiliki nilai ekonomi," tambahnya.