• Jumat, 16 Oktober 2026

Tradisi Nyekar Sebelum Ramadan: Makna, Sejarah, dan Prosesi Ziarah Kubur

Photo Author
Redaksi Mahatva, Mahatva.id
- Jumat, 28 Februari 2025 | 21:42 WIB
Tradisi Nyekar Sebelum Ramadan: Makna, Sejarah, dan Prosesi Ziarah Kubur
Tradisi Nyekar Sebelum Ramadan: Makna, Sejarah, dan Prosesi Ziarah Kubur

MAHATVA.ID - Nyekar adalah tradisi ziarah kubur yang dilakukan oleh masyarakat Muslim di Indonesia, khususnya menjelang bulan Ramadan. Kegiatan ini bertujuan untuk mendoakan arwah leluhur serta membersihkan makam sebagai bentuk penghormatan kepada orang yang telah meninggal dunia.

Makna Tradisi Nyekar

Tradisi nyekar memiliki makna spiritual yang mendalam, yaitu:

• Menghormati Leluhur – Nyekar menjadi wujud penghormatan kepada orang tua, kakek-nenek, atau kerabat yang telah meninggal dunia.

• Mengirim Doa dan Pahala – Umat Islam percaya bahwa doa dari keluarga yang masih hidup dapat memberikan ketenangan bagi arwah di alam kubur.

• Mengingat Kematian – Tradisi ini juga mengingatkan manusia tentang kematian sehingga mendorong untuk lebih meningkatkan ibadah menjelang Ramadan.

Sejarah dan Asal-usul Nyekar

Nyekar berasal dari kata "sekar," yang dalam bahasa Jawa berarti bunga. Dahulu, masyarakat membawa bunga sebagai simbol kesucian saat ziarah kubur. Tradisi ini sudah ada sejak zaman kerajaan Hindu-Buddha dan terus berkembang setelah masuknya Islam ke Nusantara.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Redaksi Mahatva

Terkini

X