Makhruzi menjelaskan bahwa meskipun Indonesia memiliki potensi besar di cabang freediving, pembinaan wasit dan pelatih masih tertinggal dibandingkan negara lain.
"Thailand memiliki keunggulan dari sisi fasilitas dan kualitas pelatihan yang sudah disesuaikan dengan standar CMAS. Itu sebabnya kami memilih mengirimkan mereka ke sana," jelasnya.
PB POSSI berharap para peserta pelatihan dapat membawa pulang ilmu dan pengalaman baru yang nantinya bisa diterapkan di Indonesia.
Tindak Lanjut PB POSSI: Program Pembinaan Wasit dan Atlet
Setelah pelatihan, PB POSSI telah menyiapkan program tindak lanjut agar keempat wasit tersebut dapat melatih calon wasit dan pelatih baru di Indonesia.
"Kami tidak ingin berhenti sampai pengiriman ini saja. Tahun depan, target kami sudah ada beberapa event nasional yang diselenggarakan dengan perangkat wasit dari lulusan pelatihan internasional ini," tambah Makhruzi.
Selain itu, PB POSSI juga mulai memetakan daerah-daerah dengan potensi besar untuk pembinaan atlet freediving, seperti Sulawesi Utara, Bali dan Papua.
Menurut Makhruzi, langkah ini bukan hanya untuk kemajuan olahraga selam, tetapi juga untuk membawa nama Indonesia ke panggung internasional.