"Baru kali ini saya alami event gratis tapi hadiahnya luar biasa. Dulu zaman kelahiran 2009 pernah dapat Rp20 juta tapi event-nya berbayar. Kalau sekarang gratis, dan anak-anak juga main tanpa beban," katanya.
Menurutnya, event seperti ini sangat membantu SSB dan orang tua pemain, terutama yang berasal dari kalangan sederhana.
Tantangan Lapangan Becek
Meski begitu, Tatang juga menyoroti kondisi lapangan yang becek akibat hujan, menjadi salah satu kendala teknis selama pertandingan.
"Lapangan becek membuat bola sulit mengalir, anak-anak sempat kesulitan. Tapi alhamdulillah mereka tetap bisa bermain maksimal," ujarnya.
Dengan keberhasilan ini, Tunas Muda Wanaherang sukses mengawinkan dua gelar juara dari dua kategori usia berbeda, dan kembali membuktikan bahwa pembinaan sejak dini adalah kunci utama dalam mencetak prestasi di sepak bola.