Kendati begitu, pernyataan itu tidak cukup menenangkan pihak pemerintah. Kementerian ESDM ingin melihat implementasi nyata di lapangan, bukan hanya komitmen di atas kertas.
Evaluasi Menyeluruh: Akhir Toleransi terhadap Kontraktor Lalai
Langkah keras Bahlil sejalan dengan arahan Presiden Joko Widodo untuk mempercepat proyek-proyek strategis yang stagnan. Pemerintah juga mengisyaratkan akan mengevaluasi sejumlah kontrak WK migas lainnya yang dianggap tidak produktif, sebagai upaya mendorong efisiensi dan optimalisasi pendapatan negara dari sektor energi.
“Kalau proyek-proyek ini hanya jadi portofolio tidur, lebih baik izinnya dicabut dan diberikan kepada pihak yang serius,” tegas Bahlil.
Kesimpulan: Momentum Reformasi Hulu Migas – Hentikan Monopoli Proyek Tidur
Ultimatum terhadap INPEX adalah peringatan terbuka bahwa Indonesia kini tak lagi mentoleransi keterlambatan yang tidak berdasar. Blok Masela bukan sekadar proyek, tapi representasi dari pertaruhan besar bangsa untuk kedaulatan energi, efisiensi investasi, dan kemandirian ekonomi.
Jika INPEX tak kunjung memulai produksi, pencabutan izin bukan sekadar ancaman, tapi keputusan yang niscaya demi kepentingan nasional.