MAHATVA.ID -Pemerintah Indonesia mengambil sikap tegas terhadap proyek gas raksasa Blok Masela. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menyatakan bahwa izin INPEX Corporation, perusahaan migas asal Jepang, bisa dicabut jika tak kunjung memulai produksi, meski telah 26 tahun memegang konsesi.
“Saya sudah kirim surat peringatan pertama. Kalau masih main-main, SP kedua menyusul. Kalau tetap tidak ada progres, kita cabut atas nama negara. Ini serius,” tegas Bahlil dalam pernyataannya di Hotel Kempinski, Jakarta, Senin (26/5/2025), dikutip dari detikFinance.
Langkah ini menjadi sinyal keras bahwa pemerintah tak lagi memberi toleransi terhadap pengelola Wilayah Kerja (WK) migas yang lamban dan tidak menunjukkan komitmen nyata terhadap percepatan produksi.
Blok Masela: Proyek Strategis Nasional yang Tertinggal
Blok Masela termasuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN) karena memiliki potensi besar dalam mendukung ketahanan energi Indonesia. Namun sejak diberikan konsesi pada 1999, proyek ini belum masuk tahap produksi komersial.
“Kalau izin sudah dikasih, eksplorasi sudah dilakukan, tapi POD (Plan of Development) terus mundur, ya kami evaluasi sampai pada pencabutan izin,” tambah Bahlil.
Pemerintah menargetkan peningkatan produksi migas nasional secara signifikan sebagai bagian dari strategi jangka panjang menuju transisi energi yang mandiri dan berkelanjutan.
SKK Migas Ingatkan Pentingnya FEED, Tapi Aksi Nyata Diperlukan
Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, menyambut baik inisiasi tahap Front End Engineering Design (FEED) oleh INPEX, yang dinilai sebagai langkah awal menuju percepatan proyek.
Namun Djoko juga menegaskan bahwa komitmen tersebut harus dibuktikan melalui kesepakatan Perjanjian Jual Beli Gas (PJBG) dan Final Investment Decision (FID) yang dijadwalkan tahun depan.
“FEED ini penting untuk validasi teknis dan komersial proyek. Tapi harus segera disusul aksi konkret. Target kami, proyek ini onstream di 2030,” jelas Djoko.
INPEX Klaim Progres, Pemerintah Tetap Waspada
Presiden dan CEO INPEX Corporation, Takayuki Ueda, mengklaim bahwa pihaknya telah mencatat pencapaian penting dalam proyek Abadi Masela.
“Inisiasi FEED menunjukkan komitmen dan progres kami. Proyek ini akan berkontribusi besar terhadap ketahanan energi nasional,” ujarnya.