“97 persen wilayah Raja Ampat adalah kawasan konservasi. Tapi saat terjadi pencemaran, kami tidak bisa berbuat banyak karena izin berada di tangan pemerintah pusat,” jelasnya di Sorong, Sabtu (31/5/2025).
Greenpeace dan Pemuda Papua Lakukan Protes
Ketegangan makin mencuat setelah empat pemuda Papua dan aktivis Greenpeace Indonesia diamankan saat menyampaikan protes dalam Indonesia Critical Minerals Conference 2025, Selasa (3/6), di Jakarta.
Mereka menyampaikan penolakan terhadap tambang nikel di Papua, khususnya di Raja Ampat, dengan membentangkan spanduk bertuliskan:
• “Nickel Mines Destroy Lives”
• “Save Raja Ampat from Nickel Mining”
• serta banner terbang: “What’s the True Cost of Your Nickel?”
Aksi ini dilakukan di tengah pidato Wakil Menteri Luar Negeri, Arief Havas Oegroseno, sebagai bentuk interupsi damai terhadap kebijakan pertambangan nasional.