• Minggu, 18 Oktober 2026

Wilmar Group Terseret Kasus Korupsi Minyak Goreng, Kejagung Sita Rp 11,8 Triliun

Photo Author
Redaksi Mahatva, Mahatva.id
- Rabu, 18 Juni 2025 | 12:41 WIB
Wilmar Group Terseret Kasus Korupsi Minyak Goreng, Kejagung Sita Rp 11,8 Triliun
Wilmar Group Terseret Kasus Korupsi Minyak Goreng, Kejagung Sita Rp 11,8 Triliun

Pada awal 2000-an, Wilmar merambah pasar minyak goreng dengan merek dagang seperti Sania, dan memperluas usahanya melalui akuisisi, termasuk PT Cahaya Kalbar Tbk pada 2005.

Tahun 2006, nama perusahaan berubah menjadi Wilmar International Limited, dan sejak itu menjadi pemain dominan dalam pasar minyak sawit global.

Skala Operasi dan Produk Wilmar di Indonesia

Hingga akhir 2020, Wilmar mengelola:

  • 232.053 hektar lahan tanam

  • Sekitar 65% berada di Indonesia (Sumatera, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Tengah)

  • Sisanya tersebar di Malaysia, Uganda, dan Afrika Barat

Selain minyak sawit mentah, Wilmar memproduksi berbagai minyak goreng kemasan populer di Indonesia seperti:

  • Sania

  • Fortune

  • Siip

  • Sovia

Wilmar juga memiliki lini bisnis lain di sektor pangan dan pertanian, seperti:

  • Beras, tepung, mie instan, bumbu dapur

  • Pupuk dengan kapasitas produksi 1,2 juta metrik ton per tahun

“Bisnis pupuk diarahkan ke sektor kelapa sawit, sejalan dengan salah satu bisnis inti Wilmar,” tulis Wilmar dalam laporan resminya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Redaksi Mahatva

Terkini

X