• Senin, 19 Oktober 2026

AS Kecam Penangguhan Kerja Sama Iran dengan IAEA, Sebut Tindakan Tak Dapat Diterima

Photo Author
Redaksi Mahatva, Mahatva.id
- Jumat, 4 Juli 2025 | 03:29 WIB
AS Kecam Penangguhan Kerja Sama Iran dengan IAEA, Sebut Tindakan Tak Dapat Diterima
AS Kecam Penangguhan Kerja Sama Iran dengan IAEA, Sebut Tindakan Tak Dapat Diterima

MAHATVA.ID. – Pemerintah Amerika Serikat mengecam keputusan Iran yang menangguhkan kerja sama dengan Badan Energi Atom Internasional (IAEA). Keputusan tersebut dinilai sebagai langkah berbahaya yang memperburuk ketegangan nuklir di kawasan Timur Tengah.

Juru Bicara Departemen Luar Negeri AS, Tammy Bruce, dalam konferensi pers di Washington pada Kamis (3/7/2025), menyebut tindakan Teheran "tidak dapat diterima", terutama di tengah peluang untuk memilih jalan diplomasi.

“Iran memilih untuk menangguhkan kerja sama dengan IAEA pada saat ia memiliki kesempatan untuk membalikkan arah dan memilih jalan perdamaian dan kemakmuran,” ujar Bruce seperti dikutip dari AFP.

Iran Resmi Hentikan Akses IAEA ke Fasilitas Nuklir

Pemerintah Iran secara resmi menghentikan akses inspektur IAEA ke fasilitas nuklirnya mulai Rabu (2/7). Keputusan itu diteken langsung oleh Presiden Iran Masoud Pezeshkian, sebagai respons terhadap serangan udara gabungan Israel dan Amerika Serikat pada 22 Juni lalu, yang menargetkan tiga lokasi fasilitas nuklir Iran.

Langkah ini dinilai semakin membatasi kemampuan IAEA untuk memverifikasi aktivitas nuklir Iran, yang saat ini telah memperkaya uranium hingga mendekati level senjata.

AS dan Israel Dituding Sebagai Pemicu

Teheran menyebut serangan udara AS dan Israel sebagai pelanggaran serius terhadap hukum internasional dan ancaman nyata terhadap keselamatan para ilmuwan nuklirnya. Pezeshkian dalam pernyataannya menegaskan, kerja sama hanya akan dilanjutkan jika ada jaminan keamanan terhadap fasilitas dan personel nuklir Iran.

AS Tegaskan Iran Tidak Akan Dibiarkan Miliki Senjata Nuklir

Tammy Bruce kembali menegaskan posisi tegas pemerintahan Presiden Donald Trump yang mendukung langkah Israel dalam menghentikan pengembangan senjata nuklir Iran.

“Iran tidak dapat dan tidak akan memiliki senjata nuklir,” tegas Bruce.

Dia juga menyerukan Iran untuk segera memberikan akses penuh kepada IAEA, serta transparansi terhadap semua aktivitas nuklir, termasuk fasilitas pengayaan baru yang belum lama ini diumumkan secara terbatas.

Iran Kembali Bantah Kembangkan Senjata Nuklir

Meski terus ditekan, Republik Islam Iran kembali membantah tuduhan bahwa negaranya tengah mengembangkan senjata nuklir. Pemerintah Iran menyatakan bahwa program nuklir mereka sepenuhnya bertujuan damai dan untuk keperluan sipil.

Namun, laporan intelijen barat dan IAEA mencatat adanya peningkatan signifikan dalam kapasitas pengayaan uranium Iran hingga mendekati ambang batas yang dibutuhkan untuk pembuatan senjata nuklir.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Redaksi Mahatva

Terkini

X