• Senin, 19 Oktober 2026

Gubernur Dedi Mulyadi Jelaskan Alasan Rombel 50 Siswa: Demi Cegah Anak Putus Sekolah

Photo Author
Redaksi Mahatva, Mahatva.id
- Jumat, 4 Juli 2025 | 03:50 WIB
Gubernur Dedi Mulyadi Jelaskan Alasan Rombel 50 Siswa: Demi Cegah Anak Putus Sekolah
Gubernur Dedi Mulyadi Jelaskan Alasan Rombel 50 Siswa: Demi Cegah Anak Putus Sekolah

MAHATVA.ID – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menjelaskan secara terbuka alasan di balik kebijakan pemerintah provinsi yang mengizinkan sekolah negeri menerima hingga 50 siswa per kelas (rombel). Menurutnya, keputusan ini diambil sebagai langkah darurat untuk mencegah angka putus sekolah yang masih tinggi di Jawa Barat.

Pernyataan ini disampaikan Dedi melalui akun TikTok pribadinya @dedimulyadiofficial pada Kamis (3/7/2025), menyusul ramainya diskusi publik terkait kebijakan tersebut.

“Hari ini ramai memperbincangkan kebijakan Gubernur bahwa sekolah maksimal bisa menerima siswa 50 orang. Kalimatnya maksimal, artinya bisa 30, bisa 35, bisa 40,” tegas Dedi Mulyadi.

Fokus pada Siswa Tak Mampu dan Akses Pendidikan

Menurut Dedi, banyak calon siswa yang tinggal dekat dengan sekolah negeri namun terkendala secara ekonomi. Jika mereka ditolak karena keterbatasan kuota, mereka terancam tidak melanjutkan pendidikan karena tidak mampu membayar sekolah swasta atau transportasi ke sekolah yang lebih jauh.

“Tidak mampu itu bukan hanya tidak bisa bayar tiap bulan. Bisa saja dia bisa membayar SPP, tapi berat di ongkos menuju sekolahnya,” jelasnya.

Langkah Sementara, Pemprov Jabar Akan Bangun Ruang Kelas Baru

Dedi menegaskan bahwa kebijakan ini bersifat sementara. Pemerintah Provinsi Jawa Barat berkomitmen untuk menambah ruang kelas baru agar ke depannya jumlah siswa dalam satu kelas bisa kembali ke angka ideal, yaitu 30–36 siswa per kelas.

“Ruang kelas baru ini nanti bisa menurunkan kembali jumlah siswanya. Misalnya karena banyaknya minat masuk, akhirnya 50 siswa diterima. Tapi nanti dengan penambahan ruang, jumlahnya bisa dibagi kembali menjadi 30–35,” ujarnya.

Kebijakan Rombel 50 Siswa Adalah Langkah Darurat

Gubernur Dedi menegaskan bahwa kebijakan ini diambil dalam situasi darurat, untuk mencegah anak-anak terjerumus dalam pergaulan negatif akibat tidak bersekolah.

“Ini darurat. Daripada mereka nongkrong di pinggir jalan lalu berbuat sesuatu yang tidak sesuai dengan usianya, lebih baik mereka tetap sekolah meskipun sementara kelasnya penuh,” ucapnya.

Gubernur Dedi Mulyadi: Saya Bertanggung Jawab Penuh

Dedi menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa dirinya sebagai Gubernur Jawa Barat bertanggung jawab penuh terhadap pendidikan anak-anak di Jawa Barat. Ia tidak ingin ada satu pun anak yang harus putus sekolah karena alasan kuota atau ekonomi.

“Saya tidak menginginkan anak-anak Jawa Barat putus sekolah. Saya bertanggung jawab penuh atas pendidikan mereka,” tegasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Redaksi Mahatva

Terkini

X