"Pemerintah harus membangun dashboard monitoring publik yang transparan untuk mengawasi dampak deregulasi dan memastikan tidak terjadi distorsi pasar," tegasnya.
Ia juga menyarankan agar deregulasi ini diiringi reformasi struktural lainnya seperti fleksibilitas ketenagakerjaan, insentif energi, dan perlindungan industri padat karya.
Kesimpulan: Momentum Perkuat Industri Nasional
Kebijakan deregulasi impor ini dinilai sebagai langkah strategis yang, jika dijalankan secara terintegrasi dan diawasi dengan ketat, bisa menjadi katalisator pertumbuhan industri nasional. Terlebih, di tengah tantangan penurunan konsumsi dan ICOR (Incremental Capital Output Ratio) yang masih tinggi, reformasi ini menjadi sinyal positif bahwa Indonesia siap memperkuat daya saing globalnya.
“Di masa kepemimpinan Presiden Prabowo, ini momentum penting untuk memastikan backward-forward linkage industri berjalan optimal. Kita tidak boleh terjebak dalam ketergantungan impor yang berkepanjangan,” tutup Muhammad Sirod.