• Selasa, 20 Oktober 2026

Monumen Helikopter PUMA Pertama di Dunia Resmi Berdiri di Bogor, Simbol Kejayaan Udara Indonesia

Photo Author
Redaksi Mahatva, Mahatva.id
- Sabtu, 26 Juli 2025 | 14:53 WIB
Monumen Helikopter PUMA Pertama di Dunia Resmi Berdiri di Bogor, Simbol Kejayaan Udara Indonesia
Monumen Helikopter PUMA Pertama di Dunia Resmi Berdiri di Bogor, Simbol Kejayaan Udara Indonesia

Namun, alih-alih disimpan di museum, satu unit PUMA kini diabadikan di ruang terbuka, menjadi monumen sejarah pertama di dunia yang didedikasikan khusus untuk heli jenis ini.

Simbol Patriotisme dan Inspirasi Generasi Muda

Bupati Bogor, Rudy Susmanto, dalam pernyataannya menyebut bahwa monumen ini adalah bentuk penghargaan tertinggi terhadap kontribusi helikopter PUMA bagi bangsa Indonesia. Ia berharap, kehadirannya di jantung Kabupaten Bogor menjadi pengingat akan pentingnya teknologi pertahanan dan ketangguhan pasukan udara Indonesia.

“Ini bukan sekadar benda mati, tetapi simbol hidup dari pengabdian, keberanian, dan pengorbanan. Monumen ini akan menjadi ruang edukasi dan inspirasi bagi generasi muda Bogor dan Indonesia,” ujar Rudy.

Sementara itu, Kepala Staf Angkatan Udara (KASAU), Marsekal TNI M. Tonny Harjono, menyampaikan apresiasi kepada Panglima TNI dan Pemerintah Kabupaten Bogor atas dukungan penempatan monumen ini. Ia menekankan pentingnya tradisi penghormatan terhadap alutsista yang telah berjasa besar dalam menjaga NKRI.

“Monumen ini adalah bentuk penghormatan terakhir kepada Helikopter PUMA, yang telah menjalankan tugas negara dalam berbagai operasi penting. Semoga keberadaannya menjadi simbol kolaborasi TNI dan pemerintah daerah, serta membangkitkan semangat cinta Tanah Air di kalangan generasi muda,” tuturnya.

Mewariskan Nilai Sejarah Melalui Monumen

Dengan hadirnya monumen ini, Kabupaten Bogor bukan hanya menjadi saksi, tetapi juga penjaga warisan sejarah kedirgantaraan Indonesia. Helikopter yang dulu menjelajahi langit Nusantara kini berdiri kokoh di bumi Pakuan, mengajak setiap mata yang memandang untuk mengenang, menghormati, dan meneladani pengabdian tanpa pamrih kepada ibu pertiwi.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Redaksi Mahatva

Terkini

X