• Selasa, 20 Oktober 2026

Gubernur Maluku Resmikan Gereja Lyawan Soru: Simbol Iman dan Harapan Baru dari Ujung Timur Nusantara

Photo Author
Redaksi Mahatva, Mahatva.id
- Minggu, 27 Juli 2025 | 15:17 WIB
Gubernur Maluku Resmikan Gereja Lyawan Soru: Simbol Iman dan Harapan Baru dari Ujung Timur Nusantara
Gubernur Maluku Resmikan Gereja Lyawan Soru: Simbol Iman dan Harapan Baru dari Ujung Timur Nusantara

MAHATVA.ID -Momen bersejarah kembali terukir di ujung timur Indonesia. Minggu pagi, 27 Juli 2025, Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa, S.H., LL.M. meresmikan Gedung Gereja Baru "Lyawan Soru" Jemaat GPM di Desa Watidal, Kecamatan Tanimbar Utara, Kabupaten Kepulauan Tanimbar.

Acara peresmian yang berlangsung khidmat dan penuh sukacita ini menjadi simbol kebangkitan spiritual dan semangat kolektif umat, setelah melalui proses pembangunan selama 18 tahun. Dihadiri ratusan warga, tokoh agama, adat, dan pejabat negara, peresmian ini menandai tonggak penting peradaban rohani di wilayah terluar Indonesia.

Prosesi dimulai sejak pukul 08.27 WIT, ditandai dengan ritual adat penyambutan Gubernur oleh tua-tua adat, tarian selamat datang oleh pemuda Watidal, serta pengalungan syal oleh Kepala Desa Frans Kornotan. Suasana semakin sakral saat sakramen kudus diarak dan prasasti pentahbisan ditandatangani di depan gedung gereja megah yang menjulang gagah di tanah Tanimbar.

Rangkaian seremoni dilakukan secara simbolis, meliputi penekanan tombol sirine, pengguntingan pita, penyerahan kunci gereja kepada Sinode GPM, dan pembukaan pintu gereja oleh para pejabat tinggi, termasuk Anggota DPD RI Novita Anakota, S.H., M.H., dan Wakil Bupati Kepulauan Tanimbar, dr. Juliana Chatarina.

Selain Gubernur, hadir pula Ketua Sinode GPM Pdt. Elifas Tomix Maspaitella, M.Si., Anggota DPD RI, Wakil Bupati, Ketua DPRD, Kapolres, Dandim, Danlanal, serta para pendeta dan jemaat dari seluruh Klasis Tanimbar Utara dan Selatan. Kehadiran figur-figur strategis ini menjadi bukti pentingnya acara bagi pembangunan sosial dan spiritual di Maluku.


Dalam khotbah pentahbisan, Ketua Sinode Pdt. Maspaitella menekankan bahwa gereja tidak semata tempat ibadah, melainkan pusat pembinaan karakter, generasi muda, dan masyarakat. Ia menyerukan agar gedung gereja ini digunakan untuk memperkuat persaudaraan, pendidikan iman, dan nilai kasih dalam kehidupan bersama.

Sementara itu, Gubernur Maluku dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas semangat jemaat membangun gereja dengan swadaya dan kerja keras. Ia juga menyampaikan pesan strategis kepada gereja agar siap menyongsong era eksploitasi migas di Blok Masela, Blok Selatan, dan Blok Timur Tanimbar.

"Gereja harus berperan aktif membentuk karakter jemaat agar mampu bersaing di sektor strategis. Saya tidak ingin masyarakat hanya jadi penonton. Gereja harus menjadi pusat pembinaan moral, etika, dan daya saing generasi kita," tegas Gubernur Lewerissa.

Gedung Gereja Lyawan Soru bukan hanya representasi fisik sebuah rumah ibadah, tetapi simbol iman, gotong royong, dan daya juang masyarakat pelosok negeri. Peristiwa ini menandai bahwa pembangunan spiritual tetap menjadi fondasi utama di tengah kemajuan dan tantangan zaman.

Wakil Bupati dr. Juliana Chatarina dalam penutupan menyampaikan bahwa keberadaan gereja ini diharapkan menjadi pusat pendidikan rohani, pelayanan sosial, dan penguatan komunitas jemaat yang resilien dan berdaya saing.


Suasana haru, bangga, dan penuh antusiasme mewarnai seluruh prosesi. Masyarakat Watidal dan sekitarnya memadati halaman gereja sejak pagi. Banyak dari mereka merasa terharu karena perjuangan panjang mereka selama hampir dua dekade akhirnya membuahkan hasil yang agung.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Redaksi Mahatva

Terkini

X