Krisis Kepercayaan Publik
Lebih lanjut, Yusfitriadi juga menyinggung soal krisis kepercayaan publik terhadap pemerintah.
“Mungkin kita sedang krisis kepercayaan kepada pemerintah. Lalu tiba-tiba ada koperasi yang diprakarsai pemerintah, kira-kira publik mau percaya atau tidak?” katanya.
Menurutnya, koperasi semestinya lahir dan tumbuh besar dari masyarakat sendiri, bukan dari instruksi pemerintah.
Persoalan Pembiayaan Koperasi
Yusfitriadi juga menyoroti soal skema pembiayaan yang berpotensi menjadi beban baru bagi anggota.
“Koperasi itu kan dananya pinjam, maka harus dibayar. Kalau tidak hati-hati, justru bisa menjadi masalah baru bagi warga desa,” jelasnya.
Oleh karena itu, ia menegaskan bahwa koperasi harus bermetamorfosis menjadi perusahaan milik masyarakat desa, bukan hanya sekadar program pemerintah yang dipaksakan tanpa kesiapan.