• Rabu, 14 Oktober 2026

Pidato Presiden Prabowo di Sidang Umum PBB ke-80 Tegaskan Diplomasi Indonesia untuk Global South

Photo Author
Redaksi Mahatva, Mahatva.id
- Selasa, 23 September 2025 | 14:28 WIB
Pidato Presiden Prabowo di Sidang Umum PBB ke-80 Tegaskan Diplomasi Indonesia untuk Global South
Pidato Presiden Prabowo di Sidang Umum PBB ke-80 Tegaskan Diplomasi Indonesia untuk Global South

MAHATVA.ID – Kehadiran Presiden Prabowo Subianto untuk menyampaikan pidato pada Debat Umum Sidang Majelis Umum ke-80 Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Selasa (23/9/2025), menjadi sorotan dunia. PBB menilai, diplomasi Indonesia selama ini konsisten memperjuangkan kepentingan negara-negara berkembang dan terbelakang yang tergabung dalam aliansi Global South.

Dosen Hubungan Internasional FISIP Universitas Indonesia, Emir Chairullah, menyebut langkah Presiden Prabowo sebagai bukti konsistensi Indonesia dalam menjalankan politik luar negeri bebas aktif.

“Di era yang penuh ketidakpastian dan konflik, tidak ada satu negara pun yang mampu menyelesaikan masalahnya sendiri. Indonesia harus terus menjalin aliansi dengan siapa pun, tentu dengan tetap memperjuangkan kepentingan nasional kita,” ujar Emir saat dihubungi InfoPublik, Senin (22/9/2025).

Indonesia di Panggung Global: BRICS dan OECD

Emir menambahkan, sejak dilantik pada Oktober 2024, Presiden Prabowo menempatkan Indonesia pada posisi strategis dalam percaturan global. Indonesia resmi bergabung dengan aliansi BRICS (Brasil, Rusia, India, China, Afrika Selatan), sebuah poros politik-ekonomi baru di luar pengaruh Amerika Serikat, Uni Eropa, dan negara-negara Arab Teluk.

Di sisi lain, Indonesia juga tengah memproses keanggotaan di OECD (Organisasi Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan), forum ekonomi negara-negara maju yang mensyaratkan GDP tinggi, tata kelola pemerintahan baik, serta indeks pembangunan manusia yang tinggi.

“Indonesia disambut baik di kedua aliansi ini. Tekanan AS tidak menyurutkan posisi kita di BRICS,” jelas Emir.

Isu Palestina dan Perdamaian Dunia

Menurut Emir, pidato Presiden Prabowo di PBB diharapkan juga menegaskan dukungan Indonesia terhadap kedaulatan Palestina dan penghentian agresi Israel di Gaza.

Hal ini sekaligus memperkuat posisi negara-negara besar seperti Inggris, Prancis, Jerman, Kanada, dan Australia yang mendukung Palestina, untuk menekan Amerika Serikat agar tidak lagi memveto keputusan gencatan senjata. Termasuk mendukung Deklarasi New York Majelis Umum PBB 12 September 2025 tentang Two State Solutions yang telah disahkan oleh 142 negara anggota.

“Semangat keadilan, kerja sama multilateral, dan perdamaian inilah yang ingin disampaikan Presiden Prabowo dalam pidatonya nanti,” tegas Emir.

Agenda Prabowo di New York

Berdasarkan keterangan tertulis Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Presiden Prabowo dijadwalkan berpidato pada pukul 09.00 waktu New York atau 20.00 WIB. Prabowo akan menjadi pembicara ketiga setelah Presiden Brasil Luiz Inácio Lula da Silva dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Kehadiran Presiden Prabowo di forum global ini sekaligus mempertegas komitmen Indonesia untuk perdamaian dunia, multilateralisme, dan pembangunan yang berkeadilan bagi seluruh negara, khususnya negara-negara berkembang.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Redaksi Mahatva

Terkini

X