• Jumat, 23 Oktober 2026

Pertamina Gencarkan Strategi Dual Growth Dukung Asta Cita Presiden Prabowo

Photo Author
Redaksi Mahatva, Mahatva.id
- Kamis, 9 Oktober 2025 | 07:28 WIB
Pertamina Gencarkan Strategi Dual Growth Dukung Asta Cita Presiden Prabowo
Pertamina Gencarkan Strategi Dual Growth Dukung Asta Cita Presiden Prabowo

MAHATVA.ID — PT Pertamina (Persero) memperkuat langkah transformasi bisnis energi nasional melalui strategi dual growth atau pertumbuhan ganda.

Strategi ini menekankan dua arah utama: memaksimalkan bisnis migas yang sudah ada, sekaligus mempercepat pengembangan energi rendah karbon, sebagai bentuk dukungan terhadap Asta Cita Presiden RI Prabowo Subianto.

Direktur Utama Pertamina, Simon Aloysius Mantiri, menjelaskan bahwa arah kebijakan tersebut selaras dengan visi kemandirian energi, pangan, dan air yang menjadi prioritas pemerintah.

“Sesuai Asta Cita Presiden Prabowo, Pertamina berkomitmen mendukung kemandirian pangan, energi, dan air. Kami menjalankan strategi dual growth: pertama, memaksimalkan bisnis eksisting; kedua, mengembangkan bisnis rendah karbon,” ujar Simon dalam keterangan resminya.

Di sektor hulu, Pertamina melalui subholding PT Pertamina Hulu Energi terus mendorong peningkatan produksi minyak dan gas melalui inovasi teknologi, terutama untuk optimalisasi sumur-sumur eksisting.

Sementara di sektor hilir, Pertamina tengah menyelesaikan proyek strategis Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan yang ditargetkan beroperasi pada November 2025.

Proyek ini akan meningkatkan kapasitas pengolahan kilang, menghasilkan bahan bakar berkualitas standar Euro 5, dan mengurangi ketergantungan impor BBM.

Tak hanya fokus pada bisnis migas, Pertamina juga mempercepat transformasi menuju energi rendah karbon.

Langkah nyata di antaranya peluncuran Pertamax Green 95—bahan bakar dengan campuran 5 persen etanol nabati (E5)—serta pengembangan panas bumi (geothermal), di mana Indonesia kini menjadi negara dengan kapasitas terpasang terbesar kedua di dunia.

Selain itu, berbagai inisiatif carbon capture and storage (CCS/CCUS) dan proyek dekarbonisasi terus diperluas untuk mendukung target pemerintah mencapai net zero emission pada 2060.

“Pertamina berkomitmen menjadi motor utama dalam transisi energi nasional menuju masa depan yang lebih hijau dan berkelanjutan,” tegas Simon Mantiri.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Redaksi Mahatva

Terkini

X