• Jumat, 23 Oktober 2026

Pemerintah Fokus Genjot Produktivitas Tenaga Kerja Sambut Puncak Bonus Demografi

Photo Author
Redaksi Mahatva, Mahatva.id
- Kamis, 9 Oktober 2025 | 07:37 WIB
Pemerintah Fokus Genjot Produktivitas Tenaga Kerja Sambut Puncak Bonus Demografi
Pemerintah Fokus Genjot Produktivitas Tenaga Kerja Sambut Puncak Bonus Demografi

MAHATVA.ID - Pemerintah menegaskan bahwa peningkatan produktivitas tenaga kerja menjadi kunci utama dalam mengoptimalkan potensi bonus demografi yang akan mencapai puncaknya pada dekade ini.

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menyampaikan hal itu saat meluncurkan Dokumen Master Plan Produktivitas Nasional 2025–2029 di Kantor Kementerian PPN/Bappenas, Jakarta.

Dalam sambutannya yang bertema “Mengoptimalkan Bonus Demografi melalui Peningkatan Produktivitas Tenaga Kerja”, Menaker menekankan bahwa bonus demografi hanya akan menjadi berkah apabila diiringi peningkatan kualitas dan daya saing tenaga kerja nasional.

“Produktivitas tenaga kerja memiliki dampak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Karena itu, Kemnaker mendorong kolaborasi dengan Kadin dan Apindo di berbagai daerah untuk meningkatkan produktivitas di tingkat perusahaan dan sektor industri,” ujar Menaker Yassierli.

Menurutnya, tantangan peningkatan produktivitas tidak lepas dari struktur ketenagakerjaan Indonesia, di mana sekitar 85 persen tenaga kerja masih berpendidikan maksimal SMA/SMK, dan 60 persen lainnya bekerja di sektor informal.

Kondisi ini menuntut kebijakan yang adaptif agar seluruh lapisan tenaga kerja dapat berkontribusi optimal.

Sebagai langkah konkret, Kemnaker tengah memperkuat kapasitas sumber daya manusia produktivitas di tingkat nasional.

Tahun ini, pemerintah menyiapkan 500 Ahli Produktivitas bersertifikat melalui Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI), yang akan disinergikan dengan Asian Productivity Organization (APO) yang memiliki sekitar 200 Productivity Specialist.

“Kita menargetkan agar tahun depan para ahli produktivitas itu menjadi champion yang mampu mendorong perubahan nyata di perusahaan-perusahaan, sebagaimana dilakukan di negara maju seperti Jepang, Vietnam, dan Thailand,” jelasnya.

Selain itu, Kemnaker membangun Talent and Innovation Hub di balai-balai pelatihan kerja (BLK) sebagai pusat pengembangan kompetensi tenaga kerja berbasis produktivitas.

Pelatihan diarahkan untuk menghasilkan tenaga kerja bersertifikat yang mampu meningkatkan kinerja dan daya saing perusahaan.

Untuk memperluas budaya produktif, Kemnaker juga menyiapkan berbagai enabler seperti podcast, kampanye digital, dan forum praktik baik di sektor industri.

“Kita ingin membangun Indonesia yang produktif. Karena itu, perhatian kita harus pada empat aspek utama: people, process, product, dan policy. Empat hal inilah yang menjadi fondasi produktivitas nasional,” pungkas Yassierli.

Melalui peluncuran Master Plan Produktivitas Nasional 2025–2029, pemerintah berharap seluruh sektor — industri, pendidikan, dan dunia usaha — bergerak serempak membangun budaya produktif menuju terwujudnya Indonesia Emas 2045.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Redaksi Mahatva

Terkini

X