Pantauan di lapangan menunjukkan aktivitas proyek masih berjalan. Di area gerbang utama, spanduk penolakan warga masih terpasang, namun alat berat seperti buldozer dan excavator tetap dioperasikan untuk merapikan tanah dan menumbangkan tanaman warga, termasuk singkong dan pisang.
Ditemui terpisah, Hamid, pengawas lapangan proyek, mengaku bahwa proyek tetap akan dilanjutkan karena lahan sudah menjadi milik perusahaan.
“Selama lahan sudah milik perusahaan, proyek akan terus berjalan,” ujar Hamid.
Namun saat ditanya lebih lanjut mengenai detail perizinan yang dimiliki PT Insira Kiat Mulia, Hamid mengaku tidak mengetahui secara pasti.
“Kalau soal izin, saya kurang paham tahap-tahapnya. Tidak tahu izin apa saja yang sudah ada,” pungkasnya.