“Di GoTo, kami memandang AI sebagai alat untuk memperkuat analisis, mempercepat riset, dan membuka wawasan baru, bukan sebagai ancaman. Melalui inisiatif Sahabat AI, kami berupaya mengenalkan bagaimana teknologi lokal berbasis AI dapat dimanfaatkan secara inklusif dan etis oleh berbagai sektor, termasuk media,” ujar Ade.
Menurutnya, program literasi media ini merupakan komitmen bersama untuk mewujudkan masyarakat yang cerdas, kritis, dan sadar informasi melalui praktik bermedia yang sehat dan bertanggung jawab.
“Kami percaya kegiatan ini tidak hanya meningkatkan profesionalisme jurnalis, tetapi juga memperkuat kepercayaan publik terhadap media,” tambahnya.
Acara literasi media ini menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan Dewan Pers dalam memperkuat ekosistem pers nasional di tengah derasnya arus inovasi teknologi.
Kolaborasi antara dunia media dan industri digital diharapkan mampu melahirkan jurnalisme yang tangguh, inovatif, dan tetap berpegang pada prinsip serta kode etik jurnalistik.