Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat memimpin sidang kabinet paripurna pada Rabu (21/10/2026).
Baca Juga: Prabowo Dorong Hilirisasi, Ekspor Aluminium Indonesia Diproyeksikan Naik
Dalam kesempatan itu, Prabowo menjelaskan bahwa arah politik luar negeri Indonesia tetap mengedepankan sikap saling menghormati dalam hubungan antarnegara, termasuk dengan negara-negara besar.
“Bahwa garis politik yang saya jalankan adalah tradisi dari pendiri-pendiri negara kita. Kita ingin saling menghormati dari negara-negara besar. Jadi, garis politik luar negeri saya adalah satu kawan terlalu sedikit, satu musuh terlalu banyak,” kata Prabowo.
Baca Juga: Sekjen PBB Kunjungi Indonesia, Agendakan Pertemuan dengan Presiden Prabowo
Pernyataan tersebut menegaskan pentingnya menjaga hubungan baik dengan berbagai negara sebagai bagian dari arah kebijakan luar negeri Indonesia.
Prinsip tersebut sejalan dengan semangat politik luar negeri bebas aktif yang menjadi landasan Indonesia dalam menjalin hubungan internasional, dengan tetap mengutamakan kepentingan nasional.
Baca Juga: Wamenhan dan Wamentan Kabinet Merah Putih Perkuat Program Strategis Prabowo
Melalui pernyataannya, Prabowo menekankan pentingnya memperluas persahabatan dan menjaga sikap saling menghormati dalam hubungan antarnegara.
Artikel Terkait
Prabowo Undang El-Sisi Kembali ke Indonesia, Sebut Rumah Kedua
Prabowo Dorong 70 Ribu Polisi Hutan, Penanganan Karhutla Tanjung Puting Diperkuat
Prabowo Percepat Revitalisasi 200 Museum dan Situs Budaya di Indonesia