Melalui pendekatan digital, museum diharapkan dapat menghadirkan pengalaman kunjungan yang lebih menarik tanpa mengesampingkan nilai autentik koleksi dan ketepatan informasi sejarah.
Penguatan tersebut juga berpotensi memperluas jangkauan edukasi budaya, sehingga pengetahuan mengenai sejarah dan warisan bangsa dapat diakses oleh lebih banyak kalangan.
SDM Pengelola dan Wisata Budaya Jadi Perhatian
Selain infrastruktur dan teknologi, peningkatan kapasitas sumber daya manusia pengelola museum menjadi bagian penting dari agenda revitalisasi.
Pengelola museum memiliki peran strategis dalam merawat koleksi, menyampaikan informasi sejarah, serta membangun pengalaman kunjungan yang berkualitas. Karena itu, peningkatan kompetensi dan profesionalisme pengelola dibutuhkan agar revitalisasi memberikan dampak berkelanjutan.
Pemerintah juga mendorong pengembangan wisata budaya, sejarah, dan religi sebagai bagian dari strategi memperluas manfaat ekonomi sektor kebudayaan.
“Penguatan kapasitas sumber daya manusia pengelola museum serta pengembangan wisata budaya, sejarah, dan religi sebagai bagian dari upaya menjadikan kebudayaan sebagai penggerak ekonomi baru,” tutur Teddy.
Pengembangan wisata berbasis warisan budaya diharapkan dapat membuka peluang ekonomi bagi masyarakat di sekitar destinasi, termasuk melalui kegiatan usaha, layanan wisata, produk kreatif, dan pengembangan ekonomi lokal.
Namun, pengembangan tersebut perlu tetap memperhatikan perlindungan cagar budaya agar pemanfaatan ekonomi tidak mengurangi nilai sejarah dan kelestarian aset budaya.
Prabowo Tekankan Pelestarian Warisan Budaya Bangsa
Presiden Prabowo menegaskan bahwa pelestarian warisan budaya merupakan bagian penting dalam menjaga kesinambungan sejarah dan identitas nasional.
Pemerintah ingin memastikan bahwa museum dan situs budaya tidak sekadar menjadi peninggalan masa lalu, tetapi juga berfungsi sebagai sumber pengetahuan dan inspirasi bagi generasi mendatang.
“Bapak Presiden menegaskan pentingnya menjaga dan merawat warisan budaya bangsa agar tidak hanya menjadi peninggalan masa lalu, tetapi juga sumber pengetahuan, kebanggaan, dan inspirasi bagi generasi mendatang,” pungkas Teddy.
Melalui revitalisasi lebih dari 200 titik sepanjang 2026, pemerintah berharap museum dan situs budaya di Indonesia semakin terawat, relevan, dan mudah diakses masyarakat.
Keberhasilan program tersebut akan ditentukan tidak hanya oleh pembenahan bangunan, tetapi juga kualitas penyajian sejarah, kesiapan pengelola, pemanfaatan teknologi, serta kemampuan menghadirkan manfaat pendidikan dan ekonomi secara berkelanjutan.
Dalam pertemuan di Istana Merdeka tersebut, Presiden Prabowo turut didampingi Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
Artikel Terkait
Presiden Prabowo Subianto Tiba di Doha, Qatar: Bertemu Emir Sheikh Tamim, Tunjukkan Solidaritas Pasca Serangan Israel
Presiden Prabowo Subianto Tiba di Abu Dhabi, Disambut Putra Mahkota dan Dijadwalkan Bertemu Presiden MBZ
Presiden Prabowo Subianto Terima Bintang Kehormatan Tertinggi dari Sultan Brunei Darussalam