BANDUNG, MAHATVA.ID — Pusat Keuangan (Puskeu) Polri melalui Bidang Akuntansi Pelaporan Keuangan (APK) memperkuat tata kelola keuangan Rumah Sakit Bhayangkara Badan Layanan Umum (RSB BLU) Polri melalui kegiatan Penyusunan dan Penyajian Laporan Keuangan Semester I Tahun Anggaran 2026.
Kegiatan yang berlangsung di Bandung, Jawa Barat, pada 7–10 Juli 2026 tersebut diikuti para bendahara dan operator satuan kerja RSB BLU Polri.
Kegiatan menjadi bagian dari upaya Puskeu Polri memastikan proses penyusunan laporan keuangan berjalan sesuai ketentuan, transparan, akuntabel, serta mampu mendukung keberlanjutan kualitas pengelolaan keuangan di lingkungan Polri.
Pada hari pertama, peserta mendapatkan arahan teknis dari Ketua Tim Pemeriksa Laporan Keuangan, Kombes Pol. Indra Rambitan.
Dalam paparannya, Indra menyampaikan sejumlah aspek penting yang perlu menjadi perhatian dalam penyusunan Laporan Keuangan RSB BLU Polri. Materi antara lain mencakup jadwal pemeriksaan satuan kerja RSB BLU Polri, pembahasan laporan analisis dan evaluasi (anev) Laporan Keuangan Tahun 2025 unaudited, serta tindak lanjut hasil audit Laporan Keuangan Tahun 2025 audited.
Selain pembekalan teknis, kegiatan juga diisi dengan pemeriksaan terhadap empat satuan kerja RSB BLU, yakni RSB Hasta Brata Batu, RSB Tulungagung, RSB Lumajang, dan RSB Nganjuk.
Puskeu Polri Targetkan WTP ke-14 Berturut-turut
Kegiatan tersebut secara resmi dibuka oleh Kepala Pusat Keuangan Polri yang diwakili Kepala Bidang Akuntansi Pelaporan Keuangan Puskeu Polri, Kombes Pol. Kuntarto.
Dalam amanat Kapuskeu Polri Irjen Pol. Lukas Akbar Abriari yang disampaikan melalui Kabid APK, seluruh bendahara dan operator RSB BLU Polri diminta memiliki komitmen bersama dalam menjaga kualitas laporan keuangan.
Salah satu target utama yang ditekankan adalah mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
Polri diketahui telah memperoleh opini WTP selama 13 tahun berturut-turut, sejak 2013 hingga 2025. Dengan capaian tersebut, Puskeu Polri mendorong seluruh satuan kerja RSB BLU untuk memperkuat pengelolaan keuangan guna mempertahankan opini WTP untuk kali ke-14.
Kapuskeu juga menekankan pentingnya setiap satuan kerja menindaklanjuti seluruh temuan BPK maupun hasil audit Kantor Akuntan Publik (KAP) atas Laporan Keuangan Tahun 2025.
Berdasarkan evaluasi tim Puskeu Polri, masih terdapat sejumlah aspek yang perlu dimitigasi sejak dini. Langkah tersebut dinilai penting untuk memastikan laporan keuangan dapat disusun secara transparan dan akuntabel.
Sinergi Keuangan, Perencanaan dan Logistik Diperkuat
Selain aspek akuntansi dan pelaporan, Puskeu Polri mendorong penguatan sinergi antara fungsi keuangan, perencanaan, dan logistik di lingkungan RSB BLU Polri.