berita

Pemkab Bogor Kembangkan Bawang Merah dan Bawang Putih Berbasis Riset

Jumat, 25 September 2026 | 07:00 WIB
Pemkab Bogor Kembangkan Bawang Merah dan Bawang Putih Berbasis Riset

Karena itu, Pemkab Bogor tidak hanya akan mempelajari teknik budidaya dari Majalengka, tetapi juga menggali pengalaman terkait pengadaan, penyediaan, pengelolaan produksi hingga pola kerja sama antardaerah.

Ajat menegaskan, pengembangan bawang merah dan bawang putih di Kabupaten Bogor perlu diawali dengan kajian yang komprehensif.

Kajian tersebut antara lain mencakup analisis iklim dan cuaca, kesesuaian tanah, pemetaan wilayah potensial hingga status kepemilikan lahan.

“Kita ingin produksi bawang merah dan bawang putih di Kabupaten Bogor. Harapannya dari sisi produksi, pembibitan dan lainnya muncul analisa iklim, analisa cuaca, analisa lokasi tanah di mana yang cocok. Ternyata ada yang cocok, kemudian tanahnya tanah siapa, tanah PTPN, tanah Pemda atau tanah masyarakat,” ungkapnya.

Hasil pemetaan tersebut nantinya menjadi dasar bagi Pemkab Bogor untuk menentukan wilayah yang memiliki prospek pengembangan komoditas bawang.

Pemerintah daerah juga membuka peluang kerja sama dengan Kabupaten Majalengka apabila hasil kajian menunjukkan adanya potensi yang dapat dikembangkan bersama.

“Kalau sudah ketemu, ya sudah kita kerja sama saja dulu dengan Majalengka. Apa yang bisa dikerjasamakan. Itu yang tujuannya bisa dipahami,” tambah Ajat.

Pengembangan potensi bawang merah dan bawang putih tersebut melibatkan sejumlah perangkat daerah dan lembaga terkait.

Di antaranya unsur Asisten Pemerintahan, Plt. Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan, Bappeda, Distanhorbun, BPKAD, Bagian Perekonomian, Bagian Kerja Sama serta BRIN.

Keterlibatan BRIN menjadi bagian dari upaya Pemkab Bogor agar kebijakan pengembangan komoditas pertanian memiliki dasar riset dan kajian yang memadai.

Ajat menekankan bahwa pemerintah daerah perlu mengedepankan pendekatan berbasis data dan keilmuan dalam mengambil kebijakan.

“Kita berbasis ilmiah, berbasis keilmuan. Pemerintah daerah insyaallah akan aman. Kalau berbasis intuisi biasanya tidak aman. Ini langkah awal kita bagaimana melakukan loncatan-loncatan,” ungkapnya.

Sebagai pembanding, Kabupaten Majalengka sendiri pada 2026 tengah mengembangkan bawang putih melalui sejumlah uji coba, termasuk demplot dan pengujian varietas lokal untuk menemukan jenis yang sesuai dengan kondisi lahan sekaligus memenuhi kebutuhan pasar.

Melalui langkah tersebut, Pemkab Bogor berharap pengembangan bawang merah dan bawang putih tidak berhenti pada kegiatan budidaya yang berjalan secara sporadis.

Pemerintah daerah menargetkan adanya peta potensi wilayah, kajian ilmiah, dukungan teknologi, penguatan pembibitan dan pola kerja sama yang dapat menjadi dasar pengembangan komoditas secara berkelanjutan.

Halaman:

Terkini