Ketua Yayasan Nusantara Maju Yusfitriadi mengatakan, ITB Vinus Bogor berkomitmen menghadirkan pendidikan tinggi yang berorientasi pada penguatan SDM, kemandirian mahasiswa, serta pembangunan masyarakat desa.
Menurut Yusfitriadi, perguruan tinggi tidak cukup hanya menghasilkan lulusan. Mahasiswa juga harus memiliki kemampuan untuk menjadi pribadi yang berdaya dan mandiri.
Karena itu, ITB Vinus mengembangkan konsep pendidikan yang mendorong mahasiswa untuk kembali ke desa dan berkontribusi terhadap pembangunan daerah asalnya.
Melalui dukungan Pemkab Bogor, program Satu Sarjana Satu Desa diharapkan dapat mendorong mahasiswa yang berasal dari desa untuk kembali dan memberikan kontribusi bagi masyarakat.
“Kami tidak menciptakan kampus yang kaku, tetapi kampus yang berdaya dan mandiri. Mahasiswa bisa menjadi apa saja, baik pengusaha, entrepreneur, politisi maupun profesi lainnya,” ujar Yus.
Sementara itu, Rektor ITB Vinus Bogor Daniel Suron menyampaikan bahwa saat ini terdapat 1.432 mahasiswa yang terdaftar di ITB Vinus Bogor.
Kampus tersebut juga akan melaksanakan wisuda perdana pada tahun ini bagi angkatan pertama.
Daniel menjelaskan, ITB Vinus terus melakukan pengembangan kurikulum dengan menyesuaikan kebijakan pendidikan tinggi yang menekankan dampak dan kemandirian mahasiswa.
Melalui kurikulum baru, mahasiswa mulai diarahkan memiliki proyek khusus sejak semester tiga, terutama proyek yang berkaitan dengan kemandirian usaha maupun bidang lainnya.
Proyek tersebut nantinya diarahkan menjadi bagian dari tugas akhir atau skripsi mahasiswa pada semester delapan. Sementara semester satu dan dua difokuskan pada pemberian dasar dan pengantar sesuai kurikulum pendidikan.
Selain pengembangan kurikulum, ITB Vinus Bogor juga berencana menambah program studi pada akhir tahun sekaligus mempersiapkan perubahan status menjadi universitas.
Kerja sama dengan sejumlah kementerian, perusahaan, pelaku usaha, serta konsorsium bisnis juga tengah dijajaki untuk memperluas kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan dan peningkatan kualitas SDM di Kabupaten Bogor.
Peletakan batu pertama pembangunan gedung rektorat ITB Vinus Bogor menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, dunia usaha, dan masyarakat.
Sinergi tersebut diharapkan dapat melahirkan SDM Kabupaten Bogor yang memiliki kompetensi, berdaya, mandiri, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah.