berita

Ketua Panitia FFKB: Potensi Sineas Kabupaten Bogor Ada di Setiap Kecamatan

Minggu, 20 September 2026 | 17:28 WIB
Ketua Panitia FFKB: Potensi Sineas Kabupaten Bogor Ada di Setiap Kecamatan

BOGOR, MAHATVA.ID – Ketua Panitia Festival Film Kabupaten Bogor (FFKB), TB. Ule Sulaiman S., menyebut pelaksanaan FFKB Series 2 2026 berjalan sukses meski dalam proses persiapannya menghadapi sejumlah kendala.

Menurut Ule, komunikasi dan koordinasi dengan berbagai pihak menjadi salah satu faktor yang membuat seluruh rangkaian kegiatan tetap dapat terlaksana.

“Acara hari ini alhamdulillah berjalan sukses, walaupun ada kendala. Tapi karena komunikasi kita dengan sana-sini, akhirnya terlaksana juga,” ujar TB. Ule Sulaiman S.

Ia berharap penyelenggaraan FFKB dapat menjadi momentum untuk mendorong perkembangan perfilman di Kabupaten Bogor. Sebab, dari pelaksanaan festival tersebut terlihat bahwa hampir di setiap kecamatan terdapat sineas yang memiliki potensi untuk dikembangkan.

“Yang jelas, perfilman Kabupaten Bogor mudah-mudahan terus berkembang. Karena ternyata di setiap kecamatan ada sineas-sineasnya,” katanya.

Ule mengatakan, panitia berencana menjadikan FFKB sebagai agenda tahunan. Menurutnya, potensi yang sudah terbentuk di berbagai kecamatan perlu terus dibina dan dikembangkan secara berkelanjutan.

“FFKB rencananya tiap tahun kita adakan,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Kabupaten Bogor, khususnya Bupati Bogor, yang menurutnya telah memberikan dukungan berupa ruang, pendanaan, maupun fasilitas dalam penyelenggaraan festival.

“Alhamdulillah Bapak Bupati sudah membantu secara ruang, secara pendanaan, terus fasilitas,” kata Ule.

Ule menjelaskan, proses persiapan FFKB Series 2 2026 telah dimulai sejak Januari. Namun, adanya kendala terutama terkait pendanaan membuat jadwal pelaksanaan mengalami perubahan.

“Dari Januari kita proses. Ada kendala sedikit makanya agak molor. Awalnya harusnya Juni itu berakhir. Karena ada kendala pendanaan, akhirnya mundur ke September,” jelasnya.

Dalam penyelenggaraan tahun ini, terdapat 12 nominasi yang diperebutkan, termasuk kategori film terbaik.

Namun, sejumlah kategori teknis seperti tata rias dan kostum belum dimasukkan karena produksi film yang dilakukan para peserta masih menggunakan sumber daya yang tersedia di masing-masing kecamatan.

“Karena kan masih masing-masing pakai kostum sendiri. Make up juga seadanya. Jadi belum dimasukkan,” ungkapnya.

Halaman:

Terkini