berita

Prabowo di KTT BRICS 2026: Ubah Kerentanan Jadi Peluang dan Kekuatan

Senin, 14 September 2026 | 01:38 WIB
Prabowo di KTT BRICS 2026: Ubah Kerentanan Jadi Peluang dan Kekuatan

MAHATVA.ID – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menekankan pentingnya negara-negara anggota BRICS mengubah berbagai kerentanan menjadi peluang dan kekuatan untuk membangun perekonomian yang lebih kuat, adil, serta mampu memberikan kemakmuran bagi rakyat.

Pesan tersebut disampaikan Prabowo saat menghadiri sesi pertemuan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS 2026 bertema “Resilience, Innovation, Cooperation and Sustainability: Shaping the Future for Inclusive Global Growth” di Bharat Mandapam, New Delhi, Republik India, Minggu (13/9/2026).

Dalam forum tersebut, Prabowo mengatakan ketahanan, inovasi, kerja sama, dan keberlanjutan harus diarahkan pada satu tujuan bersama, yakni membangun perekonomian yang lebih kuat dan berkeadilan serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Ketahanan kita harus memberikan manfaat bagi rakyat kita dan untuk memberikan manfaat bagi rakyat kita, kita harus mampu mengubah kerentanan kita menjadi peluang. Kelemahan kita menjadi kekuatan,” ujar Presiden Prabowo.

Prabowo mengatakan Indonesia sangat memahami tantangan yang dihadapi negara-negara Global South.

Sebagai negara kepulauan yang berada di kawasan Cincin Api yang aktif, Indonesia menghadapi berbagai tantangan, mulai dari kenaikan permukaan laut, cuaca ekstrem hingga aktivitas gunung berapi.

Namun, di balik berbagai kerentanan tersebut, Indonesia juga memiliki kekayaan daratan dan lautan yang dapat menjadi fondasi bagi masa depan.

“Daratan dan lautan kita juga menyimpan banyak hal yang akan menjadi landasan bagi masa depan. Mineral kritis, tanah jarang, sumber daya terbarukan untuk teknologi bersih dan teknologi tinggi, serta hutan yang bernapas bagi dunia. Hal yang sama juga berlaku di seluruh BRICS,” imbuh Prabowo.

Menurutnya, potensi tersebut perlu dilihat bukan hanya sebagai kekayaan alam, tetapi sebagai modal strategis untuk membangun perekonomian yang lebih kuat sekaligus mendukung transformasi menuju masa depan yang berkelanjutan.

Prabowo juga menilai negara-negara BRICS memiliki kekuatan besar karena secara bersama-sama menguasai porsi signifikan dari mineral kritis dan sumber daya energi dunia.

Potensi tersebut, kata dia, dapat menjadi salah satu fondasi penting dalam membangun apa yang disebutnya sebagai abad hijau.

“Kita memiliki segala sesuatu yang menjadi landasan bagi abad hijau. Itulah sebabnya, ketika bencana melanda, kita harus melihatnya sebagai sesuatu yang lebih dari sekadar bencana. Kita harus melihat keterkaitan erat antara ketahanan terhadap perubahan iklim dan pembangunan nasional,” ucap Kepala Negara.

Pandangan tersebut menempatkan ketahanan terhadap perubahan iklim sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari agenda pembangunan nasional.

Dengan demikian, berbagai tantangan lingkungan dan bencana perlu direspons melalui kebijakan pembangunan yang memperkuat kemampuan negara sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat.

Halaman:

Terkini