berita

Pejabat Lapas Sentul Heru Suryanto Raih Magister Pertahanan, Teliti Terorisme di Poso

Rabu, 9 September 2026 | 09:41 WIB
Pejabat Lapas Sentul Heru Suryanto Raih Magister Pertahanan, Teliti Terorisme di Poso

Karena itu, upaya penanggulangan terorisme membutuhkan pendekatan komprehensif dengan melibatkan berbagai kementerian dan lembaga, pemerintah daerah, akademisi, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta masyarakat luas.

“Melalui pendidikan di Universitas Pertahanan RI, saya memperoleh pemahaman bahwa pembinaan narapidana terorisme harus dilakukan secara menyeluruh. Pengamanan tetap menjadi aspek penting, tetapi keberhasilan pembinaan sangat ditentukan oleh kemampuan membangun kesadaran, memperkuat nilai-nilai kebangsaan, serta menyiapkan mereka agar dapat kembali diterima di tengah masyarakat,” ujar Heru.

Heru menambahkan, pengalaman penelitian lapangan mengenai konflik Poso memberikan pelajaran bahwa konflik sosial yang tidak diselesaikan secara tuntas dapat berkembang menjadi ruang bagi penyebaran paham ekstremisme.

Oleh karena itu, pembinaan di dalam lembaga pemasyarakatan perlu menjadi bagian dari strategi pencegahan yang berkelanjutan.

Pendekatan tersebut tidak hanya berorientasi pada masa pidana, tetapi juga mempersiapkan keberhasilan reintegrasi sosial setelah WBP kembali ke masyarakat.

Dalam konteks tersebut, pendidikan bagi petugas pemasyarakatan dinilai menjadi salah satu instrumen penting untuk memperkuat kapasitas aparatur dalam menghadapi dinamika ancaman keamanan.

Bagi Lapas Khusus Kelas IIB Sentul, peningkatan kompetensi aparatur merupakan investasi penting dalam mendukung pelaksanaan tugas pemasyarakatan.

Dinamika ancaman keamanan, termasuk ekstremisme kekerasan dan terorisme, menuntut petugas memiliki kapasitas akademik sekaligus pengalaman praktis.

Kompetensi tersebut diharapkan dapat memperkuat pelaksanaan pembinaan yang profesional, humanis, dan berbasis asesmen sehingga mendukung tujuan sistem pemasyarakatan.

Keberhasilan Heru menyelesaikan pendidikan Magister Pertahanan di Unhan RI pun diharapkan tidak berhenti sebagai capaian pribadi.

Hasil penelitian yang dilakukan diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan kebijakan pembinaan narapidana terorisme, memperkuat sinergi Lapas Khusus Kelas IIB Sentul dengan BNPT, serta mendukung upaya pemerintah dalam membangun keamanan nasional melalui pendekatan deradikalisasi dan reintegrasi sosial yang berkelanjutan.

Pendidikan, pengalaman lapangan, dan pengabdian menjadi tiga unsur yang saling melengkapi.

Ketika ketiganya berjalan beriringan, lembaga pemasyarakatan tidak hanya menjalankan fungsi pembinaan terhadap WBP, tetapi juga berkontribusi dalam menciptakan masyarakat yang lebih aman, inklusif, dan tangguh menghadapi ancaman radikalisme dan terorisme.

Semangat tersebut diharapkan terus tumbuh di lingkungan pemasyarakatan sebagai bagian dari pengabdian kepada bangsa dan negara.

Halaman:

Terkini