berita

32.828 Guru Dapat Kesempatan Kuliah S-1/D-4, Kemendikdasmen Gandeng 127 LPTK

Rabu, 9 September 2026 | 08:36 WIB
32.828 Guru Dapat Kesempatan Kuliah S-1/D-4, Kemendikdasmen Gandeng 127 LPTK

JAKARTA, MAHATVA.ID – Sebanyak 32.828 guru mendapat kesempatan meningkatkan kualifikasi akademik ke jenjang Sarjana (S-1) atau Diploma Empat (D-4) pada 2026.

Program Pemenuhan Kualifikasi Akademik S-1/D-4 Guru yang digelar Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) tersebut menjadi salah satu upaya pemerintah memperluas akses pendidikan tinggi bagi guru, khususnya mereka yang selama ini menghadapi keterbatasan untuk melanjutkan studi.

Program dilaksanakan melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK) dengan menggandeng 127 Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) di berbagai daerah.

Kemitraan tersebut diperkuat melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama Program Pemenuhan Kualifikasi Akademik S-1/D-4 Guru Gelombang 3 di Jakarta, Senin (7/9/2026).

Pada Gelombang 3 tahun 2026, tercatat 45.660 guru mendaftar, sementara 32.828 guru mendapat fasilitasi untuk mengikuti program.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 25.936 merupakan guru dan pendidik PAUD, 3.278 guru SD, 3.391 guru mata pelajaran jenjang SMP, SMA dan SMK, serta 223 guru SLB.

Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK) Kemendikdasmen, Nunuk Suryani, mengatakan peningkatan kualifikasi guru tidak boleh terhambat karena keterbatasan akses terhadap perguruan tinggi.

Karena itu, pemerintah membuka kesempatan bagi guru untuk melanjutkan pendidikan dengan skema pembelajaran yang tetap memungkinkan mereka menjalankan tugas di sekolah.

“Kualifikasi bukanlah mimpi. Bapak Presiden Prabowo dan Bapak Mendikdasmen membuka kesempatan bagi guru-guru yang memiliki keterbatasan untuk bisa belajar di perguruan tinggi,” ujar Nunuk.

Menurut Nunuk, skema pembelajaran yang disiapkan bersama LPTK dirancang fleksibel sehingga guru tidak harus meninggalkan sekolah dan murid selama menempuh pendidikan.

Dengan pola tersebut, peningkatan kualifikasi akademik tidak diposisikan sebagai pilihan antara kuliah atau mengajar. Guru tetap dapat menjalankan tanggung jawabnya di sekolah sekaligus memperoleh kesempatan meningkatkan kapasitas akademik.

“Bangsa yang maju ditentukan oleh seberapa baik kualitas sumber daya manusianya. Oleh karena itu, pendidikan merupakan kunci penting dalam membangun manusia Indonesia, terutama ditentukan dengan kualitas gurunya,” kata Nunuk.

Ia menilai keterlibatan perguruan tinggi menjadi bagian penting dalam mempercepat pemenuhan kualifikasi akademik guru.

Dari 127 LPTK yang terlibat tahun ini, 35 LPTK merupakan mitra yang baru bergabung dalam program tersebut.

Halaman:

Terkini