berita

SKK Migas Ungkap Kondisi Karhutla 3 September 2026, 67 KKKS Berstatus Aman

Sabtu, 5 September 2026 | 12:49 WIB
SKK Migas Ungkap Kondisi Karhutla 3 September 2026, 67 KKKS Berstatus Aman

JAKARTA, MAHATVA.ID — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menjadi perhatian dalam kegiatan hulu minyak dan gas bumi (migas). Hingga 3 September 2026, Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mencatat sebagian besar Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) berada dalam kondisi aman.

Berdasarkan laporan harian Kelompok Kerja K3LL, Divisi Penunjang Operasi SKK Migas per 3 September 2026, sebanyak 67 KKKS atau sekitar 72 persen tercatat berada dalam kondisi aman.

Sementara itu, 17 KKKS atau 18 persen berada dalam status waspada, 8 KKKS atau 9 persen berstatus siaga, dan 1 KKKS atau 1 persen berada dalam status tanggap darurat.

Kepala SKK Migas Djoko Siswanto (Joksis) menegaskan bahwa pemantauan kondisi karhutla di sekitar wilayah operasi hulu migas menjadi bagian penting untuk menjaga keselamatan pekerja, fasilitas produksi, serta keberlangsungan operasi.

Salah satu kondisi yang masih mendapat perhatian serius berada di wilayah Papua dan Maluku, khususnya pada BP Berau.

KKKS tersebut tercatat berstatus tanggap darurat, dengan fasilitas produksi yang terdampak di Kilang LNG Tangguh.

Dalam laporan SKK Migas, operasi pemadaman menggunakan helikopter masih terus dilakukan, terutama di Cluster 4.

Penanganan tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya mengendalikan titik api yang berada di sekitar wilayah operasi dan mencegah dampaknya meluas ke fasilitas produksi.

Kondisi tersebut menjadi perhatian karena keberadaan titik api di sekitar fasilitas hulu migas memiliki potensi terhadap aspek keselamatan, lingkungan, maupun kelangsungan operasional.

Selain BP Berau, sejumlah KKKS lainnya masih berada dalam status siaga meskipun titik api yang sebelumnya muncul telah berhasil ditangani.

Di wilayah Kalsul, misalnya, Pertamina Hulu Sanga Sanga tercatat berstatus siaga. Titik api sempat muncul di sejumlah area, termasuk di sekitar Sumur Minyak Mutiara 987, namun telah berhasil dipadamkan.

Pertamina EP Zona 9 Sangatta Field juga masih berstatus siaga. Pemantauan tetap dilakukan terhadap titik api sebelumnya yang telah berhasil dipadamkan.

Kondisi serupa terjadi di wilayah Sumbagsel. Pertamina EP Zona 4 Limau Field masih berstatus siaga setelah sebelumnya ditemukan dua titik api dengan jarak sekitar 50 meter dari Sumur L5a 183.

Kedua titik api tersebut telah berhasil ditangani, namun status siaga tetap diberlakukan sebagai bentuk kewaspadaan terhadap potensi munculnya kembali kebakaran.

Halaman:

Terkini