JAKARTA, MAHATVA.ID — Melihat Donny Pur hari ini, mungkin sulit membayangkan perjalanan hidupnya lebih dari dua dekade lalu.
Presiden dan CEO Pelangi Hotel Internasional (PHI Group) itu kini dikenal sebagai pengusaha di bidang perhotelan. Di luar dunia bisnis, Donny juga dikenal sebagai pemilik sekaligus penggemar sportscar dan supercar.
Ferrari, Porsche, Aston Martin, Maserati hingga Lamborghini menjadi bagian dari hobinya selama sekitar 15 tahun terakhir.
Namun, di luar dunia otomotif, ada satu hobi lain yang justru semakin serius ia tekuni setelah memasuki usia 40 tahun: kuliah.
Menjelang usia 50 tahun, Donny telah menyelesaikan dua pendidikan strata satu (S1) dan lima pendidikan strata dua (S2). Saat ini, ia bahkan tengah menjalani pendidikan doktoral di Universitas Kristen Indonesia dan STEBI Lampung.
Perjalanan akademik tersebut menjadi salah satu sisi menarik dari perjalanan hidupnya yang kontras dengan masa muda.
Donny mengaku berasal dari keluarga biasa. Ketika menyelesaikan pendidikan S1 di Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, sekitar 25 tahun lalu, ia mengaku tidak memiliki catatan akademik yang istimewa.
Bahkan, IPK yang diperolehnya membuat proses mencari pekerjaan setelah lulus menjadi tidak mudah.
“Saya berasal dari keluarga biasa. Saat menyelesaikan S1 di Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, sekitar 25 tahun lalu, nilai saya juga pas-pasan. Setelah lulus sempat bingung mencari pekerjaan karena terbentur IPK,” kenangnya saat berbincang di sela kegiatan komunitas supercar di Bogor, Minggu (30/8/2026).
Pada 2001, Donny mencoba mengadu nasib ke Jakarta.
Bus, angkot, dan berjalan kaki menjadi bagian dari kesehariannya. Ia memulai perjalanan karier dari posisi sales dan sempat berpindah pekerjaan lebih dari 10 kali.
Perjalanan panjang itu kemudian membawanya hingga memiliki pengalaman di berbagai perusahaan sebelum akhirnya terjun lebih serius ke dunia bisnis.
Perkenalan Donny dengan dunia sportscar terjadi menjelang akhir 2007.
Ketika itu, ia masih bekerja sebagai manajer di sebuah perusahaan swasta. Suatu ketika, atasannya mengajaknya menaiki Mercedes-Benz SLK.