berita

Vocoda AI Diluncurkan di Unpar, Buka Peluang Kerja bagi Difabel Rungu Wicara

Kamis, 3 September 2026 | 15:12 WIB
Vocoda AI Diluncurkan di Unpar, Buka Peluang Kerja bagi Difabel Rungu Wicara

BANDUNG, MAHATVA.ID – Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat melalui UPTD Pusat Pelayanan Sosial Griya Harapan Difabel Cimahi berkolaborasi dengan Vocoda AI Indonesia (CV Anyatha Indonesia) dan Koperasi Kopi Mitra Malabar meluncurkan Vocoda AI, alat bantu sensorik rungu wicara berbasis kecerdasan buatan (AI).

Peluncuran teknologi tersebut berlangsung di Universitas Katolik Parahyangan (Unpar), Bandung, Rabu (2/9/2026). Kehadiran Vocoda AI diharapkan dapat memperluas akses komunikasi sekaligus meningkatkan kemandirian, kepercayaan diri, dan kesempatan kerja bagi penyandang difabel rungu wicara.

Kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan pembukaan stan kafe kopi yang dikelola oleh penyandang difabel rungu wicara.

Dua barista binaan, Siti asal Garut dan Putri asal Cimahi, secara langsung melayani pengunjung sekaligus mempraktikkan penggunaan Vocoda AI saat berkomunikasi dengan masyarakat.

Kepala UPTD Pusat Pelayanan Sosial Griya Harapan Difabel Dinas Sosial Jawa Barat, Andina Rahayu, mengatakan kehadiran teknologi tersebut diharapkan mampu membuka ruang partisipasi yang lebih luas bagi penyandang difabel, baik dalam kehidupan sosial maupun dunia kerja.

“Semoga alat bantu ini dapat membantu teman-teman difabel rungu wicara berkomunikasi lebih baik, meningkatkan kemandirian, serta membuka peluang yang lebih besar untuk berkarya dan bekerja,” ujarnya.

Menurutnya, pemanfaatan teknologi menjadi salah satu bagian penting dalam menciptakan lingkungan yang memberikan kesempatan lebih luas kepada penyandang difabel untuk berkembang dan beraktivitas secara mandiri.

Direktur CV Anyatha Indonesia (Vocoda AI Indonesia), Jusi Kantahuri, mengatakan pengembangan Vocoda AI tidak semata-mata berorientasi pada teknologi.

Menurutnya, aplikasi tersebut juga dirancang untuk membantu penyandang difabel membangun rasa percaya diri dan menemukan ruang untuk berinteraksi secara lebih luas di tengah masyarakat.

“Harapan kami, teman-teman difabel dapat bertindak secara mandiri dengan menggunakan aplikasi yang memang kami khususkan untuk membantu mereka berkomunikasi. Kami ingin mereka lebih percaya diri, tidak merasa termarginalkan, dan bisa bergaul di tengah masyarakat seperti masyarakat pada umumnya,” kata Jusi.

Jusi menambahkan, pengalaman selama dua hari membuka stan kopi di lingkungan Unpar menunjukkan bahwa penyandang difabel rungu wicara mampu berinteraksi dan memberikan pelayanan kepada pelanggan dengan baik.

Mereka tidak hanya menjalankan tugas sebagai barista, tetapi juga berkomunikasi dengan mahasiswa, dosen, dan karyawan kampus dengan dukungan teknologi Vocoda AI.

“Kami berbahagia melihat mereka menemukan kepercayaan dirinya. Mereka mampu melayani pelanggan sambil memperkenalkan Vocoda AI kepada masyarakat,” tuturnya.

Jusi menjelaskan, Vocoda AI masih terbuka untuk terus dikembangkan karena memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan.

Halaman:

Terkini