berita

Angka Harapan Hidup Naik, Pemkab Bogor Perkuat Program Pemberdayaan Lansia

Rabu, 2 September 2026 | 10:24 WIB
Angka Harapan Hidup Naik, Pemkab Bogor Perkuat Program Pemberdayaan Lansia

BOGOR, MAHATVA.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor terus mendorong peningkatan kualitas hidup masyarakat lanjut usia (lansia) melalui penguatan program pemberdayaan berbasis keluarga dan masyarakat. Salah satunya melalui Sekolah Lansia Bina Keluarga Lansia (BKL) Wijayakusuma di Kelurahan Padasuka, Kecamatan Ciomas.

Sekolah Lansia BKL Wijayakusuma menjadi wadah pembelajaran dan pembinaan bagi masyarakat lanjut usia yang mendapat dukungan dan fasilitasi dari Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Bogor.

Kepala DP3AP2KB Kabupaten Bogor, Sussy Rahayu Agustini, mengatakan keberadaan Sekolah Lansia tidak hanya berorientasi pada aspek kesehatan, tetapi juga menjadi ruang bagi para lansia untuk belajar, bersosialisasi, meningkatkan pengetahuan, mengembangkan kemampuan, serta tetap aktif dan produktif di lingkungan keluarga maupun masyarakat.

Sussy menyampaikan, peningkatan jumlah penduduk lanjut usia menjadi salah satu dinamika pembangunan yang perlu mendapat perhatian serius. Kondisi tersebut sejalan dengan meningkatnya angka harapan hidup masyarakat Kabupaten Bogor.

Angka harapan hidup Kabupaten Bogor tercatat mencapai 74,47 tahun untuk laki-laki dan 74,90 tahun untuk perempuan.

Menurut Sussy, meningkatnya angka harapan hidup harus diikuti dengan peningkatan kualitas hidup lansia. Karena itu, keberadaan Sekolah Lansia menjadi penting sebagai salah satu ruang pemberdayaan masyarakat lanjut usia.

“Lansia bukan hanya penerima pelayanan, tetapi juga memiliki potensi, pengalaman dan peran yang dapat terus diberikan bagi keluarga dan masyarakat,” ungkapnya.

Ia menilai Sekolah Lansia BKL Wijayakusuma dapat menjadi contoh pemberdayaan lansia berbasis masyarakat. Melalui pendekatan tersebut, para lansia didorong untuk menjalani masa lanjut usia secara sehat, mandiri, aktif, produktif, dan bermartabat.

“Yang kita bangun bukan hanya lansia yang sehat secara fisik, tetapi juga sehat secara mental, memiliki ruang untuk bersosialisasi, tetap percaya diri dan merasa bahwa dirinya masih memiliki peran,” jelasnya.

Sekolah Lansia BKL Wijayakusuma memiliki sejumlah tujuan, di antaranya meningkatkan pengetahuan dan keterampilan lansia dalam menjalani masa lanjut usia, meningkatkan kemandirian dan produktivitas, menjaga kesehatan fisik dan mental, serta mendorong lansia untuk tetap aktif bersosialisasi.

Program tersebut juga diarahkan untuk mengurangi risiko kesepian, stres, dan isolasi sosial. Di sisi lain, keberadaan Sekolah Lansia diharapkan dapat memperkuat peran keluarga dalam memberikan pendampingan dan pengasuhan kepada lansia.

Kegiatan yang dilaksanakan pun tidak sebatas pemberian materi. Proses pembelajaran dikembangkan melalui berbagai aktivitas yang menyenangkan dan disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat lanjut usia.

Pada aspek kesehatan, kegiatan mencakup edukasi pola hidup bersih dan sehat, aktivitas fisik dan olahraga ringan, pemenuhan gizi, pemeriksaan kesehatan secara berkala, hingga upaya pencegahan penyakit dan menjaga kebugaran.

Sementara dari sisi psikologis, para lansia mendapatkan pembinaan mengenai kesehatan mental, pengelolaan stres, peningkatan rasa percaya diri, penanganan rasa kesepian, serta penguatan pola pikir positif.

Halaman:

Terkini