Pihak yayasan berharap seluruh santri dan santriwati yang terdampak segera pulih dan dapat kembali beraktivitas seperti biasa.
“Wait and see. Lihat situasi besok. Iya, tapi semua harus tertangani secara tuntas. Ada posko dan pengurus-pengurus juga ikut memantau di tempat rumah sakit di mana anak-anak santri dirawat inap, ada yang rawat jalan,” jelas Abdul Wachid.
Hingga Rabu, 2 September 2026, pihak Pondok Pesantren Manba'ul Hikam belum memastikan aktivitas pembelajaran para santri dan santriwati pascainsiden tersebut.
Yayasan masih memprioritaskan penanganan dan pemulihan para santri yang terdampak dugaan keracunan.
Pihak pengelola ponpes akan memantau perkembangan situasi sebelum menentukan langkah selanjutnya terkait kegiatan belajar mengajar.
“Tidak ada yang terencana, semoga baik-baik saja. Kami sudah mendampingi beliau-beliau, wali santri. Semuanya sudah paham. Mungkin Anda akan naik kelas. Berkah dari musibah ya. Kita positive thinking saja pada Allah,” kata Abdul Wachid.
Sementara itu, penyebab pasti ratusan santri dan santriwati mengalami dugaan keracunan setelah menyantap Makan Bergizi Gratis di Ponpes Manba'ul Hikam Sidoarjo masih memerlukan penelusuran dan pemeriksaan lebih lanjut oleh pihak berwenang.