berita

Gus Kikin Diminta Konsolidasikan PBNU, Pulihkan Syuriyah-Tanfidziyah dan Jauhi Politik Praktis

Selasa, 1 September 2026 | 12:52 WIB
Gus Kikin Diminta Konsolidasikan PBNU, Pulihkan Syuriyah-Tanfidziyah dan Jauhi Politik Praktis

Dengan posisi NU sebagai organisasi keagamaan dan kemasyarakatan terbesar, independensi organisasi dinilai penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat serta keberlangsungan peran NU di tengah kehidupan kebangsaan.

Umam juga mendorong Gus Kikin untuk membangun kembali dan memperkuat hubungan antara PBNU dengan jajaran kepengurusan di daerah, mulai dari PWNU hingga PCNU.

Menurutnya, kepemimpinan PBNU perlu menghadirkan komunikasi yang lebih kuat dengan struktur organisasi, pesantren, para kiai, badan otonom, serta kelompok muda NU di berbagai daerah.

“Gus Kikin perlu melakukan roadshow silaturahmi organisasi kepada PWNU, PCNU, pesantren besar, kiai sepuh, badan otonom, serta kelompok muda NU. Model kepemimpinannya harus terasa sebagai PBNU yang mendengar daerah, bukan sekadar memberi instruksi dari pusat,” tutur Umam.

Selain agenda konsolidasi organisasi, Umam menilai Gus Kikin juga memiliki peluang untuk mendorong kemandirian ekonomi sebagai salah satu agenda konkret PBNU.

Latar belakang Gus Kikin dalam bidang bisnis dan ekonomi dinilai dapat menjadi salah satu diferensiasi dalam kepemimpinannya.

Potensi ekonomi warga NU yang besar, menurut Umam, perlu diterjemahkan menjadi program nyata untuk memperkuat kesejahteraan warga.

“Potensi ekonomi jutaan warga NU perlu diterjemahkan menjadi penguatan koperasi, UMKM, pesantren produktif, jejaring usaha Nahdliyin, pendidikan vokasi, dan akses pembiayaan. Gus Kikin sendiri telah mengidentifikasi besarnya warga NU sebagai potensi kekuatan ekonomi,” ucap Umam.

Melalui rekonsiliasi internal, pemulihan keseimbangan Syuriyah dan Tanfidziyah, penguatan hubungan organisasi dari pusat hingga daerah, serta pengembangan kemandirian ekonomi warga, kepemimpinan Gus Kikin diharapkan dapat membawa konsolidasi baru bagi PBNU masa khidmat 2026-2031.

Halaman:

Terkini