Menurut Rudy, Sensus Ekonomi tidak boleh dipandang hanya sebagai kegiatan untuk menyelesaikan target pendataan.
Lebih dari itu, kegiatan tersebut harus menjadi momentum untuk mengevaluasi perkembangan ekonomi Kabupaten Bogor selama satu dekade terakhir.
Rudy menilai berbagai perubahan aktivitas ekonomi di masyarakat harus dapat tercermin dalam data Sensus Ekonomi 2026.
Pertumbuhan kawasan hunian, pusat perdagangan, objek wisata, rumah makan, hingga usaha berbasis digital menjadi bagian dari perkembangan ekonomi yang perlu diperhatikan.
Menurutnya, aktivitas ekonomi saat ini tidak selalu memiliki tempat usaha secara fisik seperti toko atau kantor.
Banyak masyarakat yang menjalankan usaha dari rumah dan memasarkan produknya melalui platform digital.
“Banyak usaha hari ini tidak memiliki toko atau tempat usaha secara fisik. Mereka berproduksi dari rumah dan menjual secara online. Ini harus kita pastikan masuk dalam pendataan,” ujarnya.
Selain Sensus Ekonomi 2026, Bupati Bogor juga meminta penyempurnaan data sosial ekonomi masyarakat dilakukan secara bersamaan.
Menurut Rudy, data Sensus Ekonomi dan data sosial ekonomi seperti DTSEN memiliki fungsi berbeda sehingga perlu dikelola serta diverifikasi dengan baik.
Ia juga menyoroti pentingnya ketertiban administrasi kependudukan karena persoalan administrasi dapat memengaruhi akurasi data sosial ekonomi masyarakat.
Karena itu, Rudy meminta percepatan kepemilikan Identitas Kependudukan Digital (IKD) bagi masyarakat Kabupaten Bogor.
“Jangan hanya menyelesaikan sensus ekonomi, kita juga harus merapikan data sosial ekonomi dan administrasi kependudukan. Semuanya harus kita kerjakan bersama-sama,” katanya.
Dalam arahannya, Rudy Susmanto juga menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan Kabupaten Bogor tidak dapat hanya mengandalkan kemampuan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Menurutnya, diperlukan kolaborasi antara pemerintah daerah, dunia usaha, dan investor untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“APBD tidak akan cukup untuk membangun Bogor sendirian. Kita membutuhkan pelaku usaha, kita membutuhkan dunia usaha. Karena itu, kita harus menciptakan iklim yang membuat investor nyaman berinvestasi di Kabupaten Bogor,” tuturnya.