berita

SMSI Kukuhkan Pokja Newsroom Jaga Desa, Dorong Pers Ikut Merawat Desa dan NKRI

Jumat, 28 Agustus 2026 | 07:47 WIB
SMSI Kukuhkan Pokja Newsroom Jaga Desa, Dorong Pers Ikut Merawat Desa dan NKRI

JAKARTA, MAHATVA.ID – Serikat Media Siber Indonesia (SMSI), salah satu konstituen Dewan Pers, mengambil langkah strategis dengan mengukuhkan Pokja Newsroom Jaga Desa sebagai bagian dari komitmen media siber untuk ikut merawat desa sekaligus memperkuat ketahanan informasi nasional.

Ketua Umum SMSI Pusat, Firdaus, menegaskan desa memiliki posisi penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Menurutnya, desa semestinya tidak dipandang sebagai entitas yang berada di lapisan kedua, melainkan menjadi bagian penting dari wajah Indonesia.

“Saya setuju desa menjadi garda depan dan etalase negara, tidak menjadi entitas yang dinomorduakan,” ujar Firdaus.

Pengukuhan tersebut berlangsung di Hall Dewan Pers, Kebon Sirih, Jakarta, di tengah situasi nasional yang diwarnai dinamika aksi demonstrasi dan derasnya arus informasi di ruang publik.

Kehadiran kegiatan tersebut sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat peran pers dalam menghadirkan informasi yang faktual, berimbang, dan tidak memperkeruh situasi.

Pengusaha sekaligus tokoh yang dikenal aktif dalam bidang ekonomi, Hasyim S. Djoyohadikusumo, hadir sebagai keynote speaker dalam dialog nasional yang digelar setelah pengukuhan.

Hasyim mengapresiasi langkah SMSI menginisiasi Pokja Newsroom Jaga Desa. Menurutnya, pers memiliki peran penting dalam memastikan masyarakat memperoleh informasi yang utuh dan dapat dipercaya.

“Saya percaya SMSI, saya mengapresiasi kegiatan ini karena itu saya datang,” kata Hasyim.

Ia juga menilai kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk konfirmasi mengenai kondisi Jakarta di tengah meningkatnya perhatian publik terhadap situasi aksi demonstrasi.

“Ini bukan hanya konfirmasi, tetapi testimoni nyata di sini (Jakarta) aman dan kondusif. Selamat SMSI, ini kegiatan positif dan sangat bagus,” ujarnya.

Hasyim mengingatkan insan pers agar tidak menyampaikan informasi yang dapat menyesatkan masyarakat. Menurutnya, setiap informasi harus disampaikan secara utuh dengan berlandaskan data dan fakta.

“Jangan menjadi pers yang menyesatkan. Sampaikan informasi secara utuh dengan data dan fakta,” tegasnya.

Ketua Umum SMSI Pusat Firdaus menjelaskan, Pokja Newsroom Jaga Desa untuk tahap awal melibatkan lima provinsi sebagai proyek percontohan.

Kelima provinsi tersebut yakni Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bengkulu, dan Sumatera Selatan.

Halaman:

Terkini