berita

Tanimbar Bersatu: Koalisi Pemuda dan Ormas Tegaskan Legitimasi PSN Blok Masela, Tolak Klaim Sepihak atas Nama Rakyat

Selasa, 25 Agustus 2026 | 21:07 WIB
Tanimbar Bersatu: Koalisi Pemuda dan Ormas Tegaskan Legitimasi PSN Blok Masela, Tolak Klaim Sepihak atas Nama Rakyat

Adapun organisasi yang menandatangani pernyataan sikap tersebut meliputi:

Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), Ikatan Sarjana Katolik Indonesia (ISKA), Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI), Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI), Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam Indonesia (KAHMI), Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), Aliansi Tanimbar Raya (ALTAR) & Forum Cinta Bumi Tanimbar (FCBT), Jaringan Aktifis Muda Tanimbar (JAM-T) serta BEM STIMAS.

Tiga Serangkai Harapan: Keamanan, Kesejahteraan, dan Tanggung Jawab Sosial

Di balik penolakan terhadap provokasi, koalisi ini juga menyampaikan tiga harapan konstruktif kepada para pemangku kepentingan:

Kepada Pemerintah: Didesak untuk tetap memberikan payung hukum yang kuat dan jaminan keamanan bagi investor, sehingga iklim investasi di Indonesia Timur tetap kondusif.

Kepada Masyarakat: Dihimbau untuk bijak dalam menyaring informasi, tidak mudah terprovokasi oleh narasi yang tidak berbasis fakta lapangan, dan tetap fokus pada manfaat jangka panjang pembangunan.

Kepada INPEX Masela: Didorong untuk terus konsisten menerapkan standar Kesehatan, Keselamatan Kerja, dan Lingkungan (K3L) yang tinggi, serta memprioritaskan pemberdayaan tenaga kerja lokal dan program Corporate Social Responsibility (CSR) yang berkelanjutan.

Penutup: Pesan Damai dari Timur Jauh

Pernyataan sikap ini ditutup dengan harapan agar stabilitas nasional terjaga. "Kami ingin Tanimbar dikenal sebagai daerah yang ramah investasi, taat hukum, dan bersaudara. Bukan sebagai daerah yang ricuh karena manuver politik sesaat," tutup Sumitro.

Dengan langkah ini, masyarakat sipil Tanimbar menunjukkan kematangan politiknya: mampu membedakan antara kritik yang membangun dengan provokasi yang merusak, serta menempatkan kesejahteraan rakyat sebagai prioritas utama di atas segala kepentingan golongan.

Halaman:

Terkini