berita

SKK Migas Sumbagsel dan Medco E&P Perkuat Pengawasan Pipa Usai Karhutla di BTS Ulu

Selasa, 25 Agustus 2026 | 16:22 WIB
SKK Migas Sumbagsel dan Medco E&P Perkuat Pengawasan Pipa Usai Karhutla di BTS Ulu

Upaya pemadaman berlangsung hingga malam hari.

Pada pukul 23.00 WIB, api berhasil dipadamkan sepenuhnya dan kondisi di sekitar jalur pipa dinyatakan aman serta terkendali.

Sebagai bagian dari tindakan penanganan awal, tim melakukan pengukuran potensi gas berbahaya di sekitar area yang terdampak kebakaran.

Hasil pengukuran menunjukkan nilai Lower Explosive Limit (LEL) sebesar 0 persen dan kandungan H2S sebesar 0 ppm. Kedua hasil tersebut berada dalam kondisi aman.

Selain itu, tim juga melaksanakan proses pendinginan pada area jalur pipa serta melakukan asesmen teknis untuk memastikan kelayakan pipa sebelum kembali digunakan dalam kegiatan operasional.

Berdasarkan hasil asesmen teknis per 25 Agustus 2026, jalur pipa minyak 8 inci berbahan carbon steel tersebut dinyatakan aman untuk kembali dioperasikan.

Pipa yang tertanam pada kedalaman sekitar 50 sentimeter hingga satu meter dinilai tetap terlindungi dari paparan panas secara langsung.

Lapisan pelindung atau coating pipa juga dilaporkan dalam kondisi utuh.

Selain itu, tidak ditemukan adanya clamp maupun flange pada zona yang terpapar kebakaran.

Hasil evaluasi teknis juga menempatkan area tersebut dalam kategori Heat Exposure Zone (HEZ) Zona 1 atau kondisi ambient, yang berarti tidak terdapat dampak termal terhadap struktur pipa maupun lapisan pelindungnya.

Dengan hasil tersebut, kesimpulan asesmen menyatakan bahwa jalur pipa aman dan dapat dioperasikan kembali atau operational safe.

Sebagai langkah lanjutan, SKK Migas dan Medco E&P Indonesia akan meningkatkan frekuensi pengawasan serta patroli keamanan di sepanjang jalur pipa.

Selain pengawasan, upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan juga akan diperkuat melalui sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat serta pemangku kepentingan di sekitar area ROW pipa.

Pemasangan penanda dan papan imbauan keselamatan tambahan juga akan dilakukan sebagai langkah mitigasi untuk mencegah potensi kejadian serupa.

Sinergi antara SKK Migas, Medco E&P Indonesia, tim pemadam kebakaran, aparat keamanan, dan masyarakat sekitar diharapkan dapat memperkuat perlindungan terhadap infrastruktur energi sekaligus mencegah risiko karhutla di wilayah operasional.

Halaman:

Terkini