Amran menegaskan keberhasilan tersebut bukan hasil kerja Kementerian Pertanian semata. Capaian itu merupakan hasil kolaborasi berbagai elemen, mulai dari pemerintah pusat dan daerah, TNI, Polri, Kejaksaan, penyuluh pertanian, Babinsa, Bhabinkamtibmas hingga pemerintah desa.
“Kado ini bukan kerja saya, ini kerja kita semua,” katanya.
Selain produksi pangan, pemerintah juga menyoroti peningkatan kesejahteraan petani.
Amran menyebut Nilai Tukar Petani (NTP) Juli 2026 mencapai 127,84, yang disebut sebagai angka tertinggi dalam 34 tahun terakhir.
Menurutnya, capaian tersebut menjadi indikator bahwa peningkatan produksi pangan harus berjalan beriringan dengan peningkatan kesejahteraan petani.
“Ini puncak kebahagiaan petani kita. Kesejahteraan petani tertinggi selama 34 tahun,” ujar Amran.
Meski demikian, ia mengingatkan agar capaian tersebut tidak membuat seluruh pihak cepat berpuas diri. Masih terdapat sejumlah komoditas strategis yang perlu terus diperkuat produksinya, terutama daging sapi, susu, dan kedelai.
“Kami yakin, kalau kita kolaborasi, kita kompak, pasti ini bisa kita capai. Mudah-mudahan tiga sampai lima tahun ini bisa menjadi kenyataan,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Amran juga memberikan apresiasi kepada seluruh jajaran Kementerian Pertanian yang terus menjalankan program pertanian tanpa mengenal hari libur.
“Kementerian Pertanian bekerja tanpa tanggal merah, semuanya tanggal hitam. Itu demi Merah Putih, demi kehormatan bangsa,” katanya.
Amran juga menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga para pegawai Kementerian Pertanian atas tuntutan pekerjaan yang tidak mengenal waktu.
Menurutnya, tuntutan tersebut merupakan bagian dari pengabdian ketika negara membutuhkan kerja dan kontribusi seluruh aparatur.
“Negara yang memanggil. Bukan kami secara pribadi, tapi negara memanggil untuk bekerja keras,” ujar Amran.
Momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI tersebut sekaligus menjadi penegasan bahwa semangat kemerdekaan tidak hanya diwujudkan melalui upacara dan perayaan, tetapi juga melalui kehadiran negara dalam membantu masyarakat terdampak bencana serta memperkuat ketahanan dan kedaulatan pangan nasional.