JAKARTA, MAHATVA.ID – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi momentum bagi pemerintah untuk memastikan kehadiran negara bagi masyarakat yang tengah menghadapi kesulitan akibat bencana.
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memastikan bantuan senilai Rp75,4 miliar segera disalurkan kepada masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT) yang terdampak gempa bumi.
Penegasan tersebut disampaikan Mentan Amran saat menjadi Inspektur Upacara Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Jakarta, Senin (17/8/2026).
Amran menegaskan, bantuan untuk masyarakat terdampak bencana harus segera diberikan tanpa terhambat persoalan administratif. Dalam kondisi darurat, menurutnya, keselamatan dan kebutuhan masyarakat harus menjadi prioritas utama.
“Hari ini kita juga berduka terhadap saudara-saudara kita yang kena bencana alam di NTT. Kementerian Pertanian mengucapkan duka yang mendalam. Semoga keluarga yang ditinggalkan sehat selalu dan sabar menghadapi cobaan ini,” ujar Amran.
Kementerian Pertanian telah bergerak menyiapkan bantuan bagi masyarakat terdampak gempa di NTT. Total dukungan yang diberikan mencapai Rp75,4 miliar, termasuk bantuan pangan berupa beras dan minyak goreng.
Amran meminta jajaran terkait mempercepat proses distribusi bantuan agar segera diterima masyarakat yang membutuhkan.
Ia bahkan menegaskan persoalan administrasi tidak boleh menjadi penghambat dalam situasi kemanusiaan.
“Pertanggungjawabannya nanti, surat menyusul. Karena ini adalah kemanusiaan, ini tidak bisa ditunda,” tegasnya.
Menurut Amran, kecepatan respons menjadi hal penting dalam penanganan bencana, terutama ketika masyarakat membutuhkan pangan dan kebutuhan dasar lainnya.
Di tengah keprihatinan akibat bencana di NTT, Amran juga menyampaikan capaian sektor pertanian nasional yang dinilainya menjadi salah satu kado bagi Indonesia pada momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
Ia menyebut Indonesia telah mencapai swasembada pangan lebih cepat dari target yang sebelumnya diproyeksikan.
Menurut Amran, target swasembada pangan yang sebelumnya diperkirakan membutuhkan waktu empat tahun berhasil dipercepat menjadi satu tahun.
“Alhamdulillah, kado ulang tahun dari Kementerian Pertanian untuk Republik Indonesia adalah Indonesia sudah mencapai swasembada pangan dalam waktu sesingkat-singkatnya, dari target empat tahun menjadi satu tahun,” ujarnya.