berita

Luncurkan Molinas, Prabowo Dorong Elektrifikasi dan Kemandirian Energi Indonesia

Jumat, 14 Agustus 2026 | 14:03 WIB
Luncurkan Molinas, Prabowo Dorong Elektrifikasi dan Kemandirian Energi Indonesia

BEKASI, MAHATVA.ID – Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan pentingnya kolaborasi seluruh kekuatan nasional untuk mewujudkan kemandirian energi Indonesia. Menurutnya, kekuatan ekonomi nasional harus dibangun secara bersama-sama tanpa membedakan skala usaha.

Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat meresmikan peluncuran Motor Listrik Nasional (Molinas) beserta ekosistem pendukungnya di Fasilitas Produksi ALVA, Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Kamis (13/8/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo mengajak seluruh elemen ekonomi nasional bersatu melalui konsep “Indonesia Incorporated”.

“Hari ini saya mengajak kalian Indonesia Incorporated. Kita harus jadi satu. Yang kuat, yang menengah, yang agak menengah, dan yang lemah. Harus bersatu,” kata Prabowo.

Menurut Presiden, persatuan seluruh kekuatan ekonomi nasional menjadi semakin penting di tengah berbagai gejolak global, khususnya yang berkaitan dengan energi dan perdagangan internasional.

Prabowo menilai ketergantungan Indonesia terhadap energi dari luar negeri dapat menjadi kerentanan apabila terjadi konflik maupun perang dagang antarnegara.

“Kita terlalu besar untuk menggantungkan diri kepada pihak luar,” tegasnya.

Prabowo mengatakan Indonesia memiliki modal besar untuk membangun kemandirian energi melalui sumber daya alam yang melimpah. Namun, kekayaan tersebut harus dikelola secara baik agar memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat.

Salah satu strategi yang didorong pemerintah adalah mempercepat elektrifikasi di berbagai sektor, mulai dari transportasi hingga peralatan industri.

Menurutnya, penggunaan kendaraan dan berbagai peralatan berbasis listrik dapat mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil.

“Dengan motor dan mobil listrik, dengan bus listrik, dengan traktor listrik, dengan sebanyak mungkin alat-alat kita menggunakan listrik sebagai energi utama, kita akan lebih aman. Kita akan lebih sejahtera,” ujar Prabowo.

Presiden juga menyoroti besarnya devisa yang harus dikeluarkan Indonesia untuk memenuhi kebutuhan bahan bakar minyak dari luar negeri. Ia menyebut pengeluaran untuk BBM mencapai sekitar USD28 miliar hingga USD30 miliar setiap tahun.

Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan pemerintah terus mendorong kebijakan transisi energi dan pengembangan sumber energi domestik.

Selain elektrifikasi kendaraan, pemerintah juga menyiapkan sejumlah agenda transisi energi lainnya.

Halaman:

Terkini