Namun, kecepatan penyebaran informasi perlu diimbangi dengan proses konfirmasi dan verifikasi.
Dalam konteks aktivitas pembangunan di Desa Bojong, keberadaan kegiatan pengerjaan lahan memang dapat ditemukan di lapangan. Akan tetapi, penyebutan kegiatan tersebut sebagai proyek galian C milik Sekdes Bojong merupakan klaim berbeda yang membutuhkan bukti dan konfirmasi dari pihak terkait.
Karena itu, masyarakat perlu membedakan antara keberadaan aktivitas fisik di suatu lokasi dengan identitas pemilik proyek, pengembang, pengelola, serta pihak yang bertanggung jawab terhadap aspek perizinannya.
Berdasarkan klarifikasi yang diperoleh, Pemerintah Desa Bojong melalui Sekdes menegaskan bahwa pembangunan Perumahan PK 16 bukan proyek yang dikelola Pemerintah Desa maupun Sekdes Bojong.
Sementara itu, penjelasan mengenai status legalitas, perizinan, dokumen teknis, serta kelengkapan administrasi pembangunan menjadi ranah pihak pengembang dan instansi yang berwenang.
Media juga memiliki peran penting dalam menyampaikan informasi secara berimbang dengan memberikan ruang klarifikasi kepada pihak yang disebut atau dikaitkan dalam sebuah informasi maupun pemberitaan.
Dengan demikian, pemberitaan tidak berhenti pada narasi yang viral di media sosial, tetapi dilanjutkan melalui proses konfirmasi, verifikasi, dan pembuktian.
Pada akhirnya, masyarakat membutuhkan kepastian mengenai status pembangunan Perumahan PK 16, termasuk transparansi terkait legalitas dan perizinannya.
Sebab, pembangunan di suatu wilayah tidak hanya membutuhkan aktivitas fisik di lapangan, tetapi juga harus berjalan dengan memperhatikan aturan, transparansi, serta kepastian hukum.
Berdasarkan klarifikasi yang telah diperoleh, aktivitas pembangunan tersebut disebut bukan proyek galian C milik Sekdes Bojong, melainkan pembangunan Perumahan PK 16 yang disebut dikembangkan oleh PT Hikamah Alam Sentosa.
Selanjutnya, penjelasan mengenai status perizinan dan kelengkapan dokumen pembangunan menjadi kewenangan pihak pengembang serta instansi terkait untuk memberikan kepastian kepada masyarakat.
Viral belum tentu benar. Klarifikasi, verifikasi, dan bukti menjadi dasar penting untuk memastikan sebuah informasi dapat dipertanggungjawabkan.