berita

Seskab Teddy Tegaskan Sekolah Rakyat Jadi Jalan Pulang bagi Anak yang Putus Sekolah

Senin, 10 Agustus 2026 | 04:07 WIB
Seskab Teddy Tegaskan Sekolah Rakyat Jadi Jalan Pulang bagi Anak yang Putus Sekolah

Tangerang,MAHATVA.ID -Hak memperoleh pendidikan menjadi perhatian pemerintah dalam pengembangan Program Sekolah Rakyat.

Sekretaris Kabinet (Seskab) Letkol Teddy Indra Wijaya menegaskan negara harus memastikan anak-anak Indonesia, termasuk mereka yang berasal dari keluarga rentan, tetap memiliki kesempatan untuk belajar dan membangun masa depan.

Pernyataan itu disampaikan Teddy saat meninjau persiapan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 8 di Politeknik Penerbangan Indonesia (PPI) Curug, Kabupaten Tangerang, Banten, Sabtu, 8 Agustus 2026.

Merujuk pada keterangan pemerintah yang disampaikan dalam kegiatan tersebut, Teddy hadir bersama Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul dan Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono. Dalam kunjungannya, Teddy berdialog langsung dengan siswa dan calon siswa Sekolah Rakyat yang sebagian di antaranya berasal dari kelompok rentan, pernah putus sekolah, bahkan belum memperoleh pendidikan formal.

Teddy mengatakan Sekolah Rakyat merupakan salah satu upaya pemerintah membuka kembali akses pendidikan bagi anak-anak yang sebelumnya tidak memiliki kesempatan bersekolah.

“Sekolah Rakyat adalah cara Bapak Presiden agar seluruh anak-anak di Indonesia dapat bersekolah. Yang tidak bersekolah bisa bersekolah, yang putus sekolah bisa melanjutkan sekolah, yang tidak pernah sekolah sama sekali bisa sekolah,” ujar Teddy.

Menurut dia, tujuan program tersebut tidak berhenti pada mengembalikan anak ke bangku sekolah. Pendidikan juga diharapkan mampu menumbuhkan kepercayaan diri dan keberanian anak untuk memiliki cita-cita serta merancang masa depan.

Bukan Sekadar Ruang Kelas

Sekolah Rakyat dikembangkan dengan konsep pendidikan terintegrasi berbasis asrama. Model tersebut memungkinkan peserta didik memperoleh pendidikan sekaligus dukungan kebutuhan dasar selama menjalani proses belajar.

Fasilitas yang disiapkan mencakup tempat tinggal, perlengkapan sekolah, makanan dan pemenuhan gizi, layanan kesehatan, serta pendidikan karakter yang memadukan pengetahuan dan pembentukan adab.

Data pemerintah yang dihimpun hingga Juli 2026 menunjukkan program ini terus mengalami perluasan. Untuk tahun ajaran 2026/2027, penyelenggaraan Sekolah Rakyat diperluas menjadi 182 titik.

Pemerintah memperkirakan total peserta didik dari jenjang SD hingga SMA mencapai sekitar 43.344 orang, termasuk peserta didik yang telah mengikuti program pada tahun sebelumnya.

Sebelumnya, pada tahun ajaran 2025/2026, sebanyak 166 Sekolah Rakyat rintisan tercatat telah menampung 14.776 peserta didik di 34 provinsi. Data tersebut menjadi bagian dari dasar pemerintah dalam memperluas kapasitas program pada tahun ajaran berikutnya.

Kisah Dicky dan Jaminan Pengobatan

Halaman:

Terkini