Herman juga mengaku terdapat dugaan pelecehan seksual terhadap tahanan laki-laki maupun perempuan selama proses penahanan.
“Bahkan banyak juga kasus pelecehan seksual yang diterima baik laki-laki maupun perempuan ketika proses tersebut. Kami diperlakukan seperti hewan,” katanya.
Dalam konferensi pers tersebut, Herman tampak menangis saat menyampaikan kondisi warga Palestina yang menurutnya jauh lebih menderita dibandingkan pengalaman yang mereka alami.
“Semua ini tidak menjadikan kami merasa paling berjasa. Apa yang kami lakukan sangat kecil dibanding penderitaan saudara-saudara kita di Palestina,” ucapnya dengan suara bergetar.
Sementara itu, relawan lainnya, Rahendro Herubowo, mengaku mengalami pemukulan hingga disetrum oleh tentara Israel saat berada dalam tahanan.
“Saya dipukul kepala berkali-kali, badan depan belakang, sempat diinjak, dan terakhir disetrum hingga saya berteriak keras baru mereka berhenti,” ungkap Rahendro.
Ia juga menyebut para tahanan dibawa ke ruangan khusus yang menurutnya telah dipersiapkan untuk penyiksaan.
Berikut daftar sembilan WNI relawan yang sempat ditahan Israel berdasarkan laporan GPCI:
Herman Budianto Sudarson – GPCI/Dompet Dhuafa
Ronggo Wirasanu – GPCI/Dompet Dhuafa
Andi Angga Prasadewa – GPCI/Rumah Zakat
Asad Aras Muhammad – GPCI/Spirit of Aqso
Hendro Prasetyo – GPCI/SMART 171
Bambang Noroyono – Republika
Thoudy Badai Rifan Billah – Republika