berita

Honor Belasan Guru SMK Diva Tunas Bangsa Cisarua Tak Kunjung Dibayarkan, Pihak Yayasan Terkesan Lepas Tangan

Jumat, 22 Desember 2023 | 10:37 WIB
Honor Belasan Guru SMK Diva Tunas Bangsa Cisarua Tak Kunjung Dibayarkan, Pihak Yayasan Terkesan Lepas Tangan

Mahatvamediaindonesia.id, Cisarua - Belasan Guru SMK Diva Tunas Bangsa, yang berlokasi di Jl. Cidokom, Kopo, Kec. Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat tak kunjung mendapatkan haknya. Jum'at, (21/12/2023). 

Keluhan tersebut, disampaikan secara langsung oleh salah satu Guru yang tidak ingin disebutkan namanya. 

Dikatakan, para guru honor ini merasa sangat kecewa dan kesal dengan kepala sekolah SMK Diva Tunas Bangsa, lantaran empat bulan gaji mereka belum dibayar oleh pihak sekolah.

Sementara, pihak yayasan terkesan lepas tangan, dan para Guru Honorer tersebut saat ini sudah tidak mengajar lagi disekolah tersebut karena diberhentikan sepihak oleh pihak yayasan. 

"Jadi gaji kami belum dibayar oleh pihak sekolah berbulan bulan," ujar salah satu guru yang sudah diberhentikan. 

Menurutnya akibat dari kejadian tersebut  banyak dampak negatif dari sisi ekonomi dan sosial yang dirasakan oleh mereka, baik dari gaji belum dibayar maupun dari dampak pemberhentian sepihak. 

"Ya kalo masalah dampak banyak dengan dengan berhentikan tiba -tiba, tanpa ada rapat atau musyawarah, bagi guru yang hanya mengajar di tempat itu berarti kehilangan pekerjaan," ucapnya. 

Lanjutnya dampak lain dari kejadian tersebut tidak dapat honor berapa bulan,.kerja sia -sia tidak dihargai sebagai pendidik, Ilmu itu mahal Bukan hanya itu tenaga pikiran, waktu, terbuang begitu saja. 

"Sebagai guru tidak di hargai, Bagi yang sertifikasi  jadi terhambat. Karena Dapodik jadi berantakan alhasil harus pindah ke sekolah lain dan urus Dapodik kembali agar sinkron. Karena guru sertifikasi itu di gaji oleh pemerintah," terangnya

Disamping dampak kerugian dampak  lainnya adalah ke anak didik jadi bingung yang mana pendidik atau guru yang saat ini  ada bukan dibidang SMK tapi SMA

"Berdampak ke anak didik Semua menjadi bingung, karena dengan tiba -tiba mereka semua di pegang oleh guru yag bukan ahlinya di SMK tapi guru -guru SMA," katanya

Mereka meminta kepada eks Kepala sekolah dan pihak yayasan harus bertanggungjawab atas hal ini dan segera membayar haknya mereke agar masalah ini segera selesai. 

“Saya minta kepala sekolah yang lama dan yayasan bertangungjawab untuk segera membayar hak hak kami, jika tidak besar kemungkinan kami akan melaporkannya ke pihak kepolisian," tukasnya. 

Sementara eks kepala sekolah SMK Diva Tunas Bangsa Rachmat Sobari saat dikonfirmasi membenarkan hal tersebut dengan dalih menunggu Bantuan Bantuan Menengah Universal (BPMU) Cair di bulan Desember 2023.

Halaman:

Terkini